DPR: Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Varian Sub Omicron XBB

Penularan varian XBB sangat cepat, protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan

Selasa , 25 Oct 2022, 03:35 WIB
Temuan Subvarian Omicron
Foto: infografis republika
Temuan Subvarian Omicron

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kasus Covid-19 di sejumlah negara mengalami lonjakan pasca masuknya varian sub Omicron XBB di Indonesia. Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta Pemerintah mengantisipasi penyebaran varian covid-19 tersebut di Indonesia.

"Adanya sub varian Covid-19 baru, Omicron XBB, harus meningkatkan kewaspadaan semua pihak. Pemerintah harus bisa mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/10/2022).

Baca Juga

Varian sub Omicron XBB diketahui telah masuk ke Indonesia. Meski fatalitas varian XBB tidak lebih parah dari varian Omicron, Puan meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng varian baru Covid-19 itu. "Karena berdasarkan laporan, penularan varian XBB sangat cepat. Untuk itu, protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan demi menjaga diri dan keluarga dari bahaya penularan Covid," ujarnya.

Dalam 7 hari terakhir diketahui terjadi kenaikan kasus Covid-19 di 24 provinsi di Indonesia. Di Singapura, lonjakan kasus akibat Omicron XBB diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit. 

"Fasilitas kesehatan harus lebih siap, karena kita tengah menghadapi berbagai permasalahan kesehatan. Upaya Pemerintah berkaitan dengan infrastruktur medis, termasuk tenaga kesehatan harus optimal di seluruh daerah," ucap mantan Menko PMK tersebut.

Selain itu Puan juga menegaskan perlunya pengetatan screening di bandara untuk menghindari masuknya varian-varian baru Covid-19 ke Indonesia mengingat ditemukan pula varian BQ.1 dan BQ.1.1 yang menjadi pemicu lonjakan tajam kasus di Eropa. Puan mengatakan, semua upaya dalam mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 harus dilakukan.

"Termasuk harus ada intervensi dalam meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19, terutama booster di wilayah yang rentan penularan Covid-19 dan tingkat mobilitas masyarakatnya tinggi," paparnya.

"Sosialisasi vaksinasi perlu digalakkan sejalan dengan terjaminnya ketersediaan stok vaksin di seluruh wilayah di Tanah Air," imbuhnya.