Legislator Minta Pemerintah Dorong Sanksi Tegas Atas Israel

Sebagai Presiden DK PBB Indonesia diminta mendorong sanksi tegas kepada Israel

Senin , 10 May 2021, 15:31 WIB
 Petugas polisi Israel menembakkan granat kejut ke arah demonstran Palestina selama bentrokan di Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu, 8 Mei 2021.
Foto: AP/Oded Balilty
Petugas polisi Israel menembakkan granat kejut ke arah demonstran Palestina selama bentrokan di Gerbang Damaskus di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu, 8 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri diminta untuk mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersidang atas tindakan pasukan Israel menyerang warga sipil Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa. Hal ini mengingat posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB dapat mendorong negara-negara lain, termasuk negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB agar memberi sanksi kepada Israel.

"Karena itu, kami mendukung dan meminta Kementerian Luar Negeri terus mendorong negara-negara lain untuk memberikan sanksi tegas terhadap Israel," kata Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5).

Iqbal mengecam keras tindakan kekerasan penyerangan terhadap warga Palestina di Masjid Al Aqsa oleh tentara Israel. Menurutnya, tindakan kekerasan yang setidaknya telah melukai 200 warga Palestina itu melanggar norma norma kemanusiaan tidak bisa ditolerir.

Ia mengatakan, pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap Palestina ini bukan kali ini saja. Karena, sudah sepantasnya Israel dijatuhi sanksi tegas.

"Daftar pelanggaran hukum internasional oleh Israel makin panjang, mulai dari pembangunan permukiman di wilayah pendudukan Palestina hingga yang terbaru menyerang warga Palestina di Masjid Al Aqsa dan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerussalem Timur," kata Iqbal.

Sekretaris Fraksi PPP MPR RI ini menilai tindakan kekerasan itu selain melukai hati warga Palestina, juga melukai hati umat Islam seluruh dunia. Apalagi, Masjid Al Aqsa adalah simbol agama Islam, sehingga penyerangan Israel di Masjid Al-Aqsa itu adalah bentuk penodaan dan permusuhan terhadap umat Islam seluruh dunia.

"Karena itu, kami mengajak umat Islam dalam bulan suci Ramadhan ini mendoakan untuk keselamatan warga Palestina. Semoga warga Palestina diberi kekuatan menghadapi tindakan biadab Israel," katanya.