Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Wakil Ketua DPR Optimistis Ekonomi Kuartal III Membaik

Kamis 24 Sep 2020 08:05 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Gita Amanda

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti soal pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2020 ini yang minus 2,9 persen sampai 1,1 persen.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti soal pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2020 ini yang minus 2,9 persen sampai 1,1 persen.

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Pemerintah diharapkan membuat kebijakan strategis yang berhubungan dengan masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti soal pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun 2020 ini yang minus 2,9 persen sampai 1,1 persen. Meskipun diakuinya kondisi tersebut agak berat, namun ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III kali ini akan membaik.

"Kami optimistis dengan kerja sama yang baik antarpemerintah dan semua komponen mudah-mudahan krisis ekonomu ini dapat kita lalui bersama," kata Dasco dalam sebuah video yang diterima Republika, Rabu (23/9).

Ketua harian Partai Gerindra itu meminta kepada pemerintah untuk membuat kebijakan strategis yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Ia berharap dengan adanya kebijakan strategis diharapkan bisa menggerakan roda perekonomian.

"Ya justru itu kita minta juga ada kebijakan yang solutif dan strategis yang langsung untuk bisa berdampak terhadap pekerja yang di PHK," ujarnya.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Raden Pardede memproyeksikan, tren pemulihan ekonomi sudah mulai dilihat pada kuartal ketiga. Prediksi ini disampaikan meskipun ekonomi Indonesia hampir dipastikan memasuki resesi.

Tren yang dimaksud adalah pertumbuhan negatif ekonomi pada kuartal ketiga akan membaik dibandingkan periode April hingga Juni. Hal ini tergambarkan dari proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani pada kuartal ketiga yang tumbuh negatif 2,9 persen sampai minus 1,1 persen.

"Itu adalah salah satu catatan penting yang harus dilihat," ucap Raden dalam Webinar 'Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan Dan Ekonomi', Rabu (23/9).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA