Apple Watch dan Fitbit Bisa Jadi Sarang Bakteri Berbahaya, Harus Rutin Dibersihkan

Tali jam tangan dari plastik, karet, dan kain simpan bakteri paling banyak.

www.freepik.com
Smartwatch (ilustrasi). Smartwatch harus sering dibersihkan.
Rep: Rahma Sulistya Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Smartwatch, seperti Apple watch dan Fitbit bisa menampung bakteri berbahaya yang berpotensi membuat pemakainya sakit. Ilmuwan AS memperingatkan bahwa tidak membersihkan perangkat sejenis itu saat dipakai hampir seharian dapat menyebabkan bisul, diare, dan bahkan sepsis.
 
Tim dari Florida Atlantic University menguji berbagai jam pintar populer untuk mengetahui berapa banyak kuman yang menempel pada talinya. Hasilnya, sebagian besar tali jam semacam itu mengandung bakteri E coli dan Staphylococcus yang dapat menyebabkan pneumonia (infeksi dada yang mematikan).
 
Menurut fakta yang menyeramkan, tali jam tangan yang terbuat dari plastik, karet, dan kain menyimpan bakteri paling banyak. Sedangkan tali yang terbuat dari logam seperti emas dan perak adalah yang paling bersih.
 
"Tali jam dari plastik dan karet dapat memberikan lingkungan yang lebih tepat untuk pertumbuhan bakteri karena permukaan berpori dan statis cenderung menarik dan dikolonisasi oleh bakteri," kata rekan penulis studi, Prof Nwadiuto Esiobu, dilansir The Sun, Sabtu (19/8/2023).
 
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Infectious Diseases itu menemukan hampir semua tali jam sampel (95 persen) terkontaminasi dengan beberapa bentuk bakteri. Staphylococcus, yang menyebabkan infeksi kulit seperti luka dan bisul, ditemukan pada 85 persen tali jam tangan.

Baca Juga

Sementara itu, Pseudomonas, yang dapat menyebabkan beberapa jenis infeksi serius termasuk infeksi saluran kemih, ditemukan pada 30 persen tali jam. Menurut penulis, ini merupakan masalah kesehatan masyarakat.
 
Bakteri usus E coli, yang terutama menyebar melalui transmisi fekal-oral, ditemukan pada 60 persen tali jam. Infeksi E coli dapat menyebabkan sakit perut yang parah, diare berdarah, dan gagal ginjal.

Kedua jenis bakteri tersebut dapat memicu sepsis, reaksi infeksi yang mengancam jiwa. Itu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi dan mulai merusak jaringan dan organ tubuh manusia itu sendiri.
 
Hasil penelitian mengarahkan penulis untuk menguji efisiensi metode desinfektan. Mereka menemukan semprotan desinfektan Lysol dan etanol 70 persen sangat efektif, terlepas dari bahan gelangnya.

"Kedua produk membunuh 99,99 persen dari semua bakteri dalam 30 detik," kata mereka.
 
Berdasarkan temuan ini, para peneliti menyarankan bahwa perangkat umum lainnya seperti earbud dan smartphone juga harus diperiksa bakterinya. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa jam tangan delapan kali lebih kotor daripada toilet. Sementara itu, satu dari empat orang Inggris tidak pernah membersihkan jam tangan mereka.

 
Berita Terpopuler