Jadi Booster, Vaksin Hirup Tingkatkan Antibodi 300x Lipat

Vaksin Covid-19 hirup dikembangkan oleh CanSino Biologics China.

EPA
Vaksin flu babi H1N1 diberikan melalui semprotan hidung.CanSino Biologics China mengembangkan vaksin hirup Covid-19 yang diklaim andal untuk dijadikan dosis penguat (booster) bagi vaksin Covid-19 inaktif.
Rep: Umi Nur Fadhilah Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Vaksin Covid-19 yang dapat dihirup telah menunjukkan peningkatan 250 hingga 300 kali lipat dalam tingkat antibodi penetralisir ketika diberikan sebagai dosis penguat (booster). Vaksin hirup tersebut dikembangkan oleh CanSino Biologics China.

Menurut studi laboratorium terbaru oleh perusahaan farmasi China tersebut, vaksin Covid-19 berbasis aerosol vektor adenovirus tipe-5 (Ad5-nCoV) itu terbukti aman. Vaksin hirup diberikan setelah dua dosis vaksin inaktif dengan jarak waktu enam bulan.

Ad5-nCoV secara signifikan tampak lebih imunogenik daripada vaksin inaktif sebagai booster. Sebaliknya, pemberian vaksin inaktif sebagai booster setelah dua suntikan vaksin jenis yang sama disebut hanya meningkatkan antibodi penetral 30 kali.

Studi ini memberikan bukti keandalan pemberian dosis penguat dari merek vaksin yang berbeda. Menurut studi, rejimen booster vaksin heterolog (rejimen vaksin mix and match) lebih baik daripada suntikan penguat homogen (rejimen vaksin yang sama).

Dilansir Times Now News pada Jumat (22/10), pendiri dan kepala ilmuwan CanSinoBIO, Zhu Tao, mengutip penelitian sebelumnya yang dilakukan di Turki. Datanya menunjukkan dosis booster vaksin mRNA dapat meningkatkan antibodi penetralisir sekitar 25 kali lipat dibandingkan dengan dosis booster vaksin inaktif setelah pemberian dosis lengkap vaksin inaktif.

Vaksin mRNA banyak digunakan di negara-negara Barat sebagai booster. Vaksinnya disuntikkan setelah pemberian dua dosis vaksin inaktif.

Baca Juga

Uji klinis serupa dilakukan oleh para peneliti AS pada rejimen suntikan penguat heterolog dengan tiga vaksin yang disetujui, satu vaksin berbasis adenovirus oleh Johnson & Johnson dan dua vaksin mRNA oleh Moderna dan Pfizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rejimen heterolog meningkatkan kekebalan.

Laporan penelitian yang diterbitkan baru-baru ini di server pracetak medRvix (yang belum ditinjau oleh rekan sejawat) menyebut, dosis penguat homolog meningkatkan titer antibodi penetralisir 4,2 hingga 20 kali lipat. Sementara itu, dosis penguat heterolog meningkatkan titer 6,2 hingga 76 kali lipat.

Menurut media lokal, sejauh ini, setidaknya ada 13 provinsi dan wilayah di China, seperti provinsi Anhui dan Fujian di China Timur, dan Provinsi Hubei di China Tengah, telah memprakarsai program untuk meningkatkan kekebalan penduduk terhadap Covid-19 dengan pemberian vaksin heterolog.

 
Berita Terpopuler