Ramadhan Momentum Memperkuat Pendidikan Agama pada Anak

Ramadhan menjadi bulan suci yang dikhususkan untuk beribadah.

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Seorang anak mengikuti lomba busana muslim kasual di Denpasar, Bali, Sabtu (30/3/2024). Kegiatan yang diikuti puluhan anak berbagai usia tersebut diselenggarakan untuk mewadahi bakat dan minat anak-anak khususnya pada bidang fesyen saat bulan Ramadhan.
Red: Erdy Nasrul

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan Bulan Suci Ramadhan 1455 Hijriah harus dijadikan momentum bagi keluarga dalam upaya meningkatkan pendidikan agama pada anak-anaknya.

Baca Juga

"Kami mengajak orang tua untuk meningkatkan pendidikan agama bagi anak-anaknya dan Ramadhan ini harus dijadikan momentum para orang tua dalam upaya meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT agar putra-putrinya bisa lebih baik lagi," katanya di Sukabumi, Sabtu ().

Menurut Marwan, tempat pendidikan terbaik bagi anak itu adalah rumah. Jangan menyerahkan sepenuhnya pendidikan ke lembaga sekolah atau pendidikan, karena pendidikan terbaik adalah di rumah dan itu tugas utama sebagai orang tua.

Selain itu, para orang tua juga harus memperhatikan setiap kegiatan yang dilakukan anak. Apalagi pesatnya perkembangan teknologi selain berdampak positif juga terdapat efek negatif, maka dari itu orang tua harus mencermati perilaku anak-anaknya.

Untuk itu, Ramadhan ini harus dijadikan momen oleh seluruh orang tua khususnya yang beragama Islam untuk meningkatkan pendidikan keagamaan terhadap anak-anaknya, sehingga setelah Ramadhan berlalu setiap anak menjadi individu yang bertakwa.

"Kehidupan dari rumah akan mempengaruhi yang lainnya. Sisi agama dalam hal pendidikan memiliki peran yang sangat penting, karena agama harus menjadi pondasi yang kuat bagi anak-anak sedari dini sehingga setelah beranjak deras tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal negatif," tambahnya.

Namun di sisi lain, Marwan mengatakan dalam mendidik putra-putrinya, para orang tua harus bisa menyesuaikan dengan kondisi zaman. Sebab, mereka lahir di zamannya bukan di zaman para orang tuanya.

Salah satunya melalui komunikasi yang baik sehingga anak menjadi betah di rumah dan berani menyampaikan pendapat dan lebih terbuka kepada orang tuanya. Sehingga setiap ada masalah, mereka pulang ke rumah bukan berkeliaran di luar rumah.

 
Berita Terpopuler