Potensi Cuaca Ekstrem, Warga Karawang Diminta Waspada Banjir dan Longor

Ada sejumlah kecamatan yang dinilai rawan bencana banjir dan longsor.

ANTARA FOTO/Rahmad
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.
Rep: Antara Red: Irfan Fitrat

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat akan kemungkinan terjadinya kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta waspada akan bencana akibat kondisi cuaca ekstrem, seperti banjir dan longsor.

Baca Juga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang, Mahpudin, mengatakan, sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada November ini masuk peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan berpotensi terjadi kondisi cuaca ekstrem. “Sekarang ini akan memasuki musim hujan. Jadi, kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan,” kata dia, Jumat (17/11/2023).

Mahpudin mengatakan, pihaknya telah mengikuti rapat koordinasi dengan seluruh BPBD se-Jawa Barat mengenai kesiapsiagaan mengantisipasi potensi bencana saat musim hujan. “Berdasarkan data dari BMKG, Karawang itu potensi banjir dan longsornya di Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru. Tetapi, kategori rendah,” katanya.

Meski demikian, Mahpudin mengimbau semua pihak bersiap siaga mengantisipasi potensi bencana tersebut. BPBD Kabupaten Karawang meminta para kepala desa, camat, dan dinas terkait untuk melakukan upaya antisipasi. Seperti membersihkan saluran air dan normalisasi sungai.

Mahpudin mengatakan, tersumbatnya saluran air atau luapan air sungai berpotensi memicu banjir. Karenanya, ia mendorong kegiatan gotong royong untuk membersihkan sungai dan saluran air.

“Mari kita sama-sama bersihkan sungai dan selokan di lingkungan sekitar. Apabila melihat potensi bencana, segera hubungi petugas,” kata Mahpudin.

 

 
Berita Terpopuler