Kemenag Buat Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia

Kemenag membuat instrumen asesmen kompetensi madrasah di Indonesia.

dok. Republika
Gedung Kemenag
Rep: Fuji Eka Permana Red: Agung Sasongko

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan segera memiliki instrumen asesmen kompetensi madrasah. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) saat ini tengah memfinalisasi instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) di Makassar pada 5-7 Oktober 2021.

Baca Juga

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program REP-MEQR (Realizing Education’s Promise-Madrasah Education Quality Reform) yang bertujuan meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan madrasah," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh Isom melalui pesan tertulis kepada Republika, Rabu (6/10).

Isom mengatakan, program ini melibatkan para guru madrasah se-Indonesia yang lolos seleksi. Mereka diminta menyusun soal-soal literasi membaca, numerasi, sains, dan literasi sosial budaya untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Isom berharap instrumen yang dihasilkan mampu memenuhi keperluan AKMI. Yaitu, secara komprehensif mampu mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter.

"Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran bermutu," ujarnya.

 

 

Kepala Sub Direktorat Kurikulum dan Evaluasi, Ahmad Hidayatullah menambahkan, bersyukur kegiatan pengembangan instrumen AKMI telah memasuki tahap finalisasi, yang mana telah dilakukan proses validasi instrumen. Sehingga, akan terlihat dan dapat dikelompokan soal-soal sesuai dengan domain dan sub domain berdasarkan tingkat kesulitan.

Ahmad mengatakan, finalisasi ini juga akan merumuskan tingkat kesulitan instrumen. Menurutnya tingkat kesulitan tersebut awalnya dipersepsikan berdasarkan teori konseptual. Hal itu perlu dikonfirmasi dengan data empiris yang menunjukan tingkat kesulitan yang objektif berdasarkan respon peserta validasi. Dengan demikian, diharapkan instrumen yang disusun akan memiliki karakteristik yang sama persis dengan karakteristik sasaran AKMI.

 

"Pastinya diperlukan kerja keras semuanya selama kegiatan ini. Memperhatikan strategisnya kegiatan ini, tindak lanjut validasi yang telah dilakukan ini didampingi tim pakar dari berbagai dasar keilmuan agar nantinya dapat membenahi dan memperkaya koleksi dan variasi dalam inventarisasi soal-soal instrumen," jelas Ahmad.

 
Berita Terpopuler