Jam Berenang Khusus Muslimah Jadi Perdebatan di Belgia

Penerapan jam berenang khusus Muslim memicu perdebatan di Belgia.

EPA
Wanita berenang menggunakan burkini.
Red: Agung Sasongko

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Penerapan jam khusus perempuan dan pemberian izin pemakaian burkini pada kolam renang terbuka memicu perdebatan di Belgia. Kebijakan yang diterapkan kolam renang Flow di Anderlech jadi bahan perdebatan sepanjang akhir pekan. 

Baca Juga

Pemimpin Partai Gerakan Reformis Liberal Belgia, George-Louis Bouchez dalam akun twitter menyebut kebijakan itu merupakan hal gila. Anggota Parlemen Partai Flemish Kristen-Demokrat, Hendrik Bogaert tak percaya ada kebijakan jam terpisah untuk sebuah kolam renang umum.

"Anda seharusnya tidak menerapkan kebijakan itu. Anda memberi satu jari, mereka akan mengambil lengan Anda,"kata dia dalam akun twitter-nya.

"Kalau ada yang ingin memberikan kebijakan terpisah berlakukan di laut, kita akan menikmati bersama dengan tenang, karena pantai adalah milik semua orang,"katanya.

 

 

Ciutan keduanya juga mendapatkan dukungan dari anggota partai lainnya. Namun, pihak partai Kristen Demokrat pada akhirnya mengklarifikasi ciutan anggotanya.

"Kami tidak mendukung jam renang terpisah atas dasar keyakinan, bukan itu tujuannya," demikian pernyataan partai itu seperti dilansir Kantor Berita Belgia.

"Sangat disesalkan inisiatif yang dilakukan dengan baik namun jadi bahan debat terpolarisasi."

Menteri Flemish Brussel Benjamin Dalle, yang juga anggota CD&V, menyebut kontroversi itu tidak perlu. Menurutnya,  menambahkan bahwa slot waktu satu jam khusus perempuan adalah hak dari pengelola.

Dalle juga menggarisbawahi bahwa aturan itu ditujukan untuk semua wanita: “Saya dengar mereka tidak melihat satu pun jilbab di sana pada Sabtu lalu. Itu tidak ada hubungannya dengan Islam. Jam khusus seperti itu juga ada di Maasmechelen, Evergem atau Waregem,” katanya.

 

 

Menteri Negara untuk Kesetaraan Gender dan Kesempatan Sarah Schlitz (Ecolo) menyebut perdebatan itu palsu.  “Hal itu tidak masalah bagi kami. Ada juga kolam renang dengan jam terpisah untuk manula atau keluarga,” kata juru bicaranya Jessika Soors kepada De Standaard.

“Sangat disayangkan bahwa inisiatif warga negara yang baik, yang setelah bertahun-tahun menjanjikan politik telah berhasil membuka kolam renang terbuka di Brussel, sekarang harus melakukan debat ini,” tambahnya. 

 

“Masalah sebenarnya adalah bahwa anak perempuan tampaknya ingin berenang secara terpisah karena mereka tidak lagi merasa aman di ruang publik. Kami lebih suka mengerjakan masalah itu secara mendalam,” katanya.

 
Berita Terpopuler