Rumah Deret Tamansari Diharapkan Bisa Dihuni Tahun Ini

Progres pembangunan tahap satu rumah deret Tamansari sudah 56,6 persen.

Edi Yusuf/Republika
Kondisi pembangunan rumah deret di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Ahad (14/2/2021).
Rep: Muhammad Fauzi Ridwan Red: Irfan Fitrat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pembangunan rumah deret tahap satu di kawasan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, tengah berjalan. Seluruh pembangunan rumah deret itu diharapkan bisa tuntas tahun ini.


Menurut Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Nunun Yanuati, tahap satu meliputi pembangunan struktur blok A dan C. Di blok C disebut sudah dibangun enam lantai. Sementara di blok A masih tahap pembersihan lokasi, pembangunan fondasi, serta lantai satu dan dua.

“Progresnya sampai saat ini sudah mencapai sekitar 56,6 persen tahap satu. Rencananya tahapan ini akan diselesaikan akhir Maret atau awal April,” kata Nunun di Balai Kota Bandung, Kamis (4/3).

Nunun mengatakan, pada tahap satu ini dibangun sekitar 198 unit rumah deret. Adapun keseluruhannya mencapai 498 unit. Setelah tahap satu rampung, kata dia, akan dilanjutkan pembangunan tahap dua. “Dilanjut pembangunan tahap dua tahun 2021. Rencananya mudah-mudahan selesai 2021 dan sudah bisa dihuni,” kata dia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah mewacanakan pembangunan rumah deret ini sejak 2017. Namun, upaya merealisasikannya terkendala. Ada sejumlah warga yang menyatakan penolakan.

Nunun mengatakan, ada juga hambatan dari sisi perizinan yang terbilang lama, serta perubahan desain dan alokasi anggaran. “Ada perubahan desain, sehingga harus beradaptasi kembali, dan RAB (Rencana Anggaran Biaya) berubah, harus diperbaiki lagi,” ujar dia.

Menurut Nunun, pada 2020 dilakukan refocusing dan realokasi anggaran akibat terjadinya pandemi Covid-19, yang berimbas terhadap alokasi anggaran untuk pembangunan rumah deret. Menurut dia, pemerintah juga masih berupaya melakukan pendekatan terhadap satu kepala keluarga yang masih bertahan di lokasi pembangunan, juga menawarkan rumah sewa.

Camat Bandung Wetan, Soni Bakhtiyar, mengatakan, ada satu kepala keluarga yang masih belum setuju dengan pembangunan rumah deret. Pihaknya pun berupaya melakukan pendekatan, termasuk memberikan penjelasan terkait dampak yang dirasakan jika rumah deret sudah ada.

“Aparat kewilayahan melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan dampak yang dirasakan sosial ekonomi, apa yang harus dibantu, sehingga warga yang masih merasa hilang atau dirugikan ini mudah-mudahan mereka merasa (rumah deret) bukan program merugikan, tapi manfaat untuk masyarakat,” kata Soni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler