PLN Surabaya Fasilitasi Ratusan Pendonor Plasma Konvalesen

Ini dukungan PLN untuk Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesen, (ilustrasi).
Rep: Dadang Kurnia Red: Gita Amanda

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya melaksanakan kegiatan donor darah dan donir plasma konvalesen di Kantor PLN UID Jatim, Surabaya, Selasa (16/2). General Manager PLN UID Jatim, Nyoman S. Astawa memgatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati bulan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Total ada 306 penyintas Covid-19 yang menyumbangkan plasma konvalesen dan 120 orang pendonor darah dari berbagai kalangan yang mengikuti kegiatan amal ini. Nyoman berharap, gerakan yang digelar PLN dapat membantu memenuhi kebutuhan darah, khususnya plasma konvalesen untuk membantu proses penyembuhan pasien Covid-19.

“Kegiatan ini bentuk kepedulian PLN di tengah kondisi pandemi Covid-19. Ini juga bentuk dukungan terhadap program pemerintah yakni Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang belum lama dicetuskan,” kata Nyoman.

Nyoman menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah bersedia menjadi pendonor. Pada kesempatan yang sama, PLN secara simbolis menyerahkan bantuan berupa blood donor chair senilai Rp 133 juta kepada PMI Surabaya guna menyokong pelaksanaan kegiatan donor.

Baca Juga

Wakil Ketua I PMI Kota Surabaya, Tri Siswanto mengapresiasi langkah PLN menggelar kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen. Siswanto berharap kerja sama yang terjalin dapat terus ditingkatkan.

"Dukungan dari berbagai pihak akan membantu kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan hal ini sangat penting atas nama kemanusiaan.” kata dia.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy yang turut meninjau pelaksanaan donor menyebutkan, sejak program donor plasma dicanangkan, jumlah pendonor meningkat hingga 4 kali lipat. Bahkan diakuinya menjadi pendongkrak untuk meningkatkan angka kesembuhan pasiem Covid-19 di Indonesia.

“Alhamdulillah setelah dicanangkan oleh Bapak Wakil Presiden, sekarang ada kenaikan jumlah donor yang luar biasa. Jumlah pasien yang mengantri untuk mendapatkan donor plasma menurun dan angka kesembuhan untuk pasien gejala sedang mencapai 100 persen,” kata Muhajir.

 
Berita Terpopuler