Alam Barzah, Alam Pembatas Antara Dunia dan Akhirat

Alam barzah disebut juga alam kubur.

www.freepik.com
Alam Barzah, Alam Pembatas Antara Dunia dan Akhirat
Rep: Kiki Sakinah Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah manusia meninggal, manusia memasuki alam yang memisahkannya dari alam dunia dan akhirat. Alam itu merupakan dunia di mana manusia menanti hari kebangkitan atau kiamat.

Baca Juga

Alam tersebut dinamakan barzah atau juga disebut alam kubur. Dalam artikel di laman About Islam, dilansir Kamis (4/2), Bilal Assad menjelaskan, alam barzah adalah kehidupan yang memiliki pembatas antara dunia tempat manusia hidup dan kehidupan jenis tertentu dengan realitasnya sendiri atau akhirat.

Bilal Assad merupakan seorang warga Melbourne, Australia, yang telah mengabdi dan bekerja dengan Islamic Society of Victoria selama sembilan tahun. Dia memulai studi Islam di usia dini dan memperoleh pengetahuan syariah di Lebanon. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tersier di Bio-Medical Science di Australia.

Dengan demikian, alam barzah adalah alam yang memisahkan antara dunia dan akhirat atau alam antara sesudah mati dan hari kebangkitan. Dalam Alquran surat Ar-Rahman ayat 20 disebutkan kata 'Barzah' sebagai pembatas,

"Antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui masing-masing (di mana kedua lautan tidak bercampur)."

Baca juga: Model Rambut 'Singgung' Islam, Tukang Cukur Nigeria Ditahan 

Pada ayat tersebut, Allah menggunakan kata 'Barzah', dan kata yang sama digunakan untuk kehidupan setelah alam dunia dan sebelum Hari Penghakiman.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran: "Dan di belakang mereka ada alam barzah (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan," (QS. 23:100).

Dari ayat itu dijelaskan ada penghalang kehidupan yang tidak bercampur dengan kehidupan alam dunia. Namun, alam gaib itu tentunya tidak bisa diketahui dan dipahami oleh manusia saat ini, kecuali dari apa yang diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Setelah mati, ruh manusia akan mulai memasuki alam barzah. Dalam contoh yang sangat kecil, ia mengatakan gambaran lebih dekat dengan pikiran ialah saat manusia tidur dan bermimpi.

Saat tidur itulah, tubuh ada di dalam ruangan dan semua orang dapat melihat tubuh kita, namun jiwa melakukan sesuatu yang berbeda, melihat dan mendengar hal yang berbeda. Menurutnya, alam barzah mirip dengan ketika jiwa pergi merasakan mimpi saat tidur.

Tidak seperti tubuh, jiwa dikatakannya tidak perlu bertahan dengan oksigen selama tubuh manusia itu bertahan. Karena itu, menurutnya, manusia bisa memahami barzah ketika ia bisa memahami mimpi.

Tidak ada orang yang memahami fenomena mimpi dan cara jiwa keluar saat tertidur. Begitu pula dengan dunia barzah, yang menurutnya tidak ada yang dapat memahaminya.

Namun, telah ditegaskan dunia barzah adalah alam sementara antara dunia dan akhirat. Di alam barzah tersebut, manusia akan diberikan ganjaran kenikmatan jika dia beriman, dan sebaliknya dia akan mendapat siksa atau azab jika dia kafir atau banyak berbuat dosa. Di alam itulah, manusia bisa mengetahui apakah mereka akan masuk surga atau neraka.

 
Berita Terpopuler