Infeksi Virus Corona di Jepang Tembus 2.000 Kasus

PM dan wakil PM Jepang tak akan hadiri acara bersama karena kasus corona naik.

Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona .
Red: Nur Aini

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Infeksi virus corona di Jepang mencapai 2.000 kasus pada Selasa (31/3). Hal itu menurut perhitungan Reuters berdasarkan data kementerian dan laporan media.

Baca Juga

Seperti dilaporkan Kyodo News, sebuah pusat pelayanan orang-orang dengan disabilitas di Prefektur Chibadi timur Tokyo, ditemukan tujuh kasus infeksi corona pada Selasa, sehingga totalnya menjadi 93. Menurut laporan kantor berita Kyodo dan penyiar publik NHK, lebih banyak kasus infeksi corona baru (Covid-19) ditemukan di tempat lain seperti di prefektur Ehime, Fukui, Kagawa, dan Tokushima.

Selain itu, infeksi corona juga menjangkiti sejumlah dokter dan perawat di rumah sakit penelitian kanker Tokyo.

Dengan angka kasus Covid-19 yang semakin tinggi di Jepang, perdana menteri dan wakil perdana menteri Jepang tidak akan menghadiri pertemuan yang sama sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi virus corona.

"Perdana Menteri (Shinzo) Abe mengatakan kepada anggota kabinet pagi ini bahwa Wakil Perdana Menteri Taro Aso tidak akan bergabung dalam pertemuan yang dia hadiri," kata Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Akihiro Nishimura.

Jika PM Abe jatuh sakit dan tidak berdaya, Aso akan menjadi pemimpin negara berikutnya.

 
Berita Terpopuler