Friday, 20 Sya'ban 1445 / 01 March 2024

Friday, 20 Sya'ban 1445 / 01 March 2024

Sinergi Langkah Bea Cukai Optimalkan Perannya di Masyarakat

Selasa 31 Oct 2023 13:21 WIB

Red: Gita Amanda

Bea Cukai secara kontinu meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan melalui sinergi.

Bea Cukai secara kontinu meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan melalui sinergi.

Foto: Bea Cukai
Sinergi adalah langkah apik yang harus secara kontinu dilakukan Bea Cukai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai secara kontinu meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan melalui sinergi. Sinergi kali ini dilakukan dua satuan kerja Bea Cukai, masing-masing di Pasuruan dan Sampit.

“Sinergi adalah langkah apik yang harus secara kontinu dilakukan, mengingat ini adalah pekerjaan bersama,” kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar.

Baca Juga

Dalam upaya meningkatkan kualitas data statistik impor, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Direktorat Statistik Distribusi melakukan kunjungan ke Kantor Bea Cukai Pasuruan, Kamis (26/10/2023). Kunjungan ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang komprehensif mengenai kegiatan impor di tempat penimbunan berikat (TPB) dan membahas isu-isu terkait impor TPB di lingkungan Bea Cukai Pasuruan.

Pahami bahwa TPB adalah bangunan, tempat atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun, mengolah, memamerkan dan/atau menyediakan barang untuk dijual dengan mendapatkan penangguhan bea masuk. “Jadi, koordinasi ini adalah upaya kami dalam pengumpulan, analisis, dan pelaporan data impor agar menjadi landasan yang kuat dalam mengambil keputusan ekonomi, pengembangan kebijakan perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Encep.

Di bidang penindakan, Bea Cukai Sampit melakukan kunjungan kerja dan koordinasi penegakkan hukum terkait kepabeanan dan cukai ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Jumat, 27 Oktober 2023. Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan salah satu wilayah kerja Bea Cukai Sampit selain Kabupaten Seruyan dan Katingan. Dengan berbagai potensi pelanggarannya, sinergi dan kolaborasi antarinstansi penegak hukum dinilai perlu dibangun dan diperkuat.

“Kotawaringin Timur menjadi salah satu pintu masuk jalur laut barang-barang dari Pulau Jawa. Ini adalah potensi besar pelanggara dapat terjadi, sehingga penting untuk dilakukan sinergi ini,” ujar Encep.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
Terpopuler