Pertina Istirahatkan Tujuh Wasit dan Hakim Bermasalah

Petinju  putri Papua Hana Kendi (kiri)  memukul petinju putri Papua Barat Merlin Tomatala (kanan) saat bertanding pada babak  penyisihan Tinju Kelas Terbang Ringan Putri 45-48 Kg PON Papua di Gor Cendrawasih, Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021).
Petinju putri Papua Hana Kendi (kiri) memukul petinju putri Papua Barat Merlin Tomatala (kanan) saat bertanding pada babak penyisihan Tinju Kelas Terbang Ringan Putri 45-48 Kg PON Papua di Gor Cendrawasih, Jayapura, Papua, Selasa (5/10/2021).
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha/YU

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) Komaruddin Simanjuntak menyatakan pihaknya telah mengistirahatkan tujuh orang wasit dan hakim bermasalah memasuki hari kelima penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga tinju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Komaruddin menyatakan langkah itu ditempuh sebagai bentuk evaluasi rutin terhadap wasit dan hakim yang dinilai tidak memberi penilaian secara objektif selama bertugas di PON Papua.

"Setiap evaluasi kalau ada yang kontroversial saya kumpulkan, kita lihat logikanya mana yang benar," kata Komaruddin ditemui di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Sabtu (9/10). "Dampaknya kalau ada yang nakal saya istirahatkan. Mereka sudah tidak jadi wasit lagi sekarang."

Baca Juga

Cabang olahraga tinju PON Papua dipertandingkan sejak Rabu (6/10). Pada hari pertama sudah terjadi keputusan kontroversial yang memaksa Komaruddin naik ring untuk menenangkan ofisial maupun penonton yang hadir di GOR Cendrawasih. Kontroversi selepas petinju tuan rumah Hana Kendi dinyatakan menang angka atas petinju Papua Barat Merlin Tomalata dalam babak penyisihan kelas terbang ringan (45-48 kg) putri.

Selepas kejadian itu, Komaruddin menyatakan sudah menyampaikan kepada hakim dan wasit ancaman pembebasan tugas jika ditemukan keputusan yang tidak sesuai. "Setelah pertandingan hari pertama tiga orang saya istirahatkan. Hari ketiga saya istirahatkan dua orang, hari keempat saya istirahatkan dua lagi, jadi sekarang sudah saya istirahatkan tujuh orang," ujar Komaruddin.

Kericuhan dengan skala yang lebih besar sempat terjadi pada Jumat (8/10), saat petinju DKI Jakarta Jill Mandagie tidak terima atas keputusan wasit yang memenangkan lawannya Lucky Mira Agusto Hari asal Nusa Tenggara Timur dalam pertandingan perempat final kelas bantam (52-56 kg) putra. Reaksi tidak terpuji yang diperlihatkan Jill Mandagie bahkan memancing sejumlah panitia pertandingan hingga penonton mengirimkan bogem mentah kepada petinju berusia 25 tahun itu.

Komaruddin menyatakan pihak yang terlibat sudah ditindak, sementara Jill Mandagie terancam sanksi karena telah memicu kegaduhan. "Atletnya akan kena sanksi secara etika, harusnya tidak gaduh jadi gaduh. Soal ancaman beratnya sanksi, saya harus pastikan dulu dengan AD/ART Pertina," kata Komaruddin.

Cabang olahraga tinju PON Papua memperebutkan 17 medali emas yang bakal berlangsung hingga rangkaian partai final pada Rabu (13/10) di GOR Cendrawasih.

Komentar

Terkait


Tim sepak takraw quadrant putri Sulawesi Selatan berfoto bersama setelah mengikuti UPP Sepak Takraw PON Papua di GOR Trikora Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Sabtu (9/10/2021). Tim Sulsel meraih juara umum sepak takraw PON Papua dengan perolehan medali 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu, peringkat dua diraih Gorontalo dengan 2 emas, dan peringkat ketiga Jawa Timur dengan 1 emas, 2 perunggu dan 1 perak.

Sudah Paham Permainan DKI, Sulsel Raih Emas Takraw Quadrant

Menpora Zainudin Amali.

Menpora Klaim PON Papua Sejauh Ini Lancar

Sejumlah atlet lari putri berlari saat berlomba dalam nomor Lari Maraton Putri PON Papua di Kompleks Freeport, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (9/10/2021). Pelari putri DKI Jakarta Odekta Elviani berhasil meraih medali emas, sementara pelari putri DKI Jakarta lainnya Tryaningsih meraih medali perak dan pelari putri Kalimantan Timur Irma Handayani meraih medali perunggu.

Atlet Kaltim Diberi Bantuan Oksigen usai Raih Perunggu

Atlet DKI Jakarta Odekta Elvina Naibaho (kanan) bersama pelatihnya Wita Witarsa berselebrasi usai mencapai garis finish dalam nomor lari maraton putrI PON Papua di kompleks Freeport, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (9/10/2021). Odekta berhasil meraih medali emas, sementara atlet DKI lainnya Tryaningsih meraih medali perak dan atlet Kalimantan Timur Irma Handayani meraih medali perunggu.

Cetak Hattrick Emas, Odekta: Itu Jadi Bonus

Lifter putri Aceh Nurul Akmal mengangkat beban pada kelas +87 kg PON Papua di Auditorium Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (9/10). Lifter putri asal Nangroe Aceh Darussalam tersebut berhasil meraih medali emas dengan total angkatan 258 kg sementara medali perak diraih lifter Kalimantan Barat Riska Oktaviana dengan total angkatan 223 kg. Republika/Thoudy Badai

Nurul Akmal Raih Emas dan Pecahkan Rekor Nasional

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

Ikuti

× Image