Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Bike To Work: Pesepeda Masih Belum Merasa Aman di Jalan

Rabu 23 Sep 2020 01:15 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga mengendarai sepedanya saat berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (20/09/2020). Aktivitas warga di kawasan tersebut mulai berkurang seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta.

Warga mengendarai sepedanya saat berolahraga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (20/09/2020). Aktivitas warga di kawasan tersebut mulai berkurang seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta.

Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Bike To Work mengadvokasi hak rasa aman bersepeda di jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas pencinta sepeda Bike To Work  mencermati, para pengguna sepeda yang saat ini semakin banyak masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam memberikan rasa aman di jalan. Ia berpendapat, perhatian yang diberikan masih jauh dari harapan.

"Kami sedang mengadvokasi hak rasa aman bersepeda di jalan raya," kata pengurus Bike To Work, Qornus saat dihubungi Antara di Jakarta pada Selasa.

Menurut Qornus, jalur khusus bagi pengguna sepeda di beberapa ruas di Jakarta memang sudah ada. Akan tetapi, rasa aman saat bersepeda itu masih sangat kurang karena lajur yang diberikan itu masih sedikit dan juga kurangnya toleransi sesama pengguna jalan.

"Itu masih lajur yang kami butuhkan adalah jalur, 100 persen pesepeda semua jika ditanya pada saat sepedahan pasti merasa enggak aman dan nyaman pada saat bersepeda di jalan raya dan bukan karena lajur saja, antarsesama pengguna jalan juga," kata dia.

Qornus mengakui, belakangan semakin banyak orang yang mulai bersepeda. Ia pun berharap bersepeda tak menjadi tren sesaat.

Baca Juga

"Semoga tidak hanya menjadi tren sesaat tapi dijadikan sebagai gaya hidup untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan sadar bahwa pentingnya berolahraga sebagai bagian dari hidup kita," ujar Qornus.

Sementara itu, Ketua Umum Seli Selatan (SelSel), Ismail Mardjuki, mengatakan bahwa meski dikatakan hanya untuk tren semata selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sepeda tetaplah salah satu pilihan hobi untuk berolahraga. Ia menganggap, tidak salah juga kalau bersepeda dijadikan tren musiman.

"Kalau dikatakan tren musiman, dari dulu sampai sekarang belum ada putus putusnya tren bersepeda, hanya saja inovasi sepeda, pilihan sepeda, kegiatan, dan jenis jenisnya saja yang berubah sehingga seolah-olah terlihat hanya menjadi tren sesaat," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA