Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

3 Kunci Meraih Kemuliaan di Dunia Menurut Rasulullah SAW

Kamis 09 Jul 2020 21:43 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW membeberkan tiga kunci meraih kemuliaan di dunia. Sedekah (ilustrasi)

Rasulullah SAW membeberkan tiga kunci meraih kemuliaan di dunia. Sedekah (ilustrasi)

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Rasulullah SAW membeberkan tiga kunci meraih kemuliaan di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, Allah SWT memberikan anugerah kemuliaan Muslim di dunia. Terdapat banyak cara untuk meraih kemuliaan itu. 

Baca Juga

Namun, dalam hadits Rasulullah disebutkan tiga kunci agar kita meraih derajat mulia, yaitu dengan banyak bersedekah, selalu memaafkan, dan rendah hati pada sesama. 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((ما نقصت صدقةٌ من مال، ولا زاد الله عبدًا بعفو إلا عزًّا، ولا تواضَعَ أحدٌ لله إلا رفعه))

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tiada berkurang harta karena sedekah. Allah pasti akan menambah kemuliaan orang yang suka memaafkan, dan seseorang yang selalu merendahkan diri karena Allah, pasti Allah akan mengangkat derajatnya," (HR Muslim).

Memang hal itu tidak mudah, tapi berusahalah untuk diterapkan dalam keseharian. Membantu orang lain baik dalam kondisi kita sedang lapang atau sempit, membuat hidup ini diselimuti kebahagiaan. 

- أَحَبُّ الناسِ إلى اللهِ أنفعُهم للناسِ ، وأَحَبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ تُدخِلُه على مسلمٍ ، تَكشِفُ عنه كُربةً ، أو تقضِي عنه دَيْنًا ، أو تَطرُدُ عنه جوعًا ، ولأَنْ أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ ؛ أَحَبُّ إليَّ من أن اعتكِفَ في هذا المسجدِ يعني مسجدَ المدينةِ شهرًا ،

Rasulullah SAW menyatakan, "Manusia yang paling dicintai Allah adalah dia yang memberi manfaat kepada sesamanya. Amal perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberi kebahagiaan kepada sesama Muslim dan menghiburnya saat dia dilanda kesusahan, atau meringankannya saat dia dililit utang, atau memberinya makanan saat dia merasakan lapar. Karena, aku lebih menyukai berjalan bersama seorang Muslim yang berbagi dengan orang yang sedang membutuhkan, daripada melakukan iktikaf di masjid selama satu bulan penuh," (HR at-Thabrani).

Sementara itu, memaafkan membuat jiwa menjadi tenang. Senyum merekah, lepas bebas tanpa beban berat yang berbatas. Tak akan ada dendam yang membakar jiwa. Ingatlah, kebencian membuat hidup dikuasai dosa. Dengki membakar kebaikan, kesumat menjadikan hati menjadi keji.

Mengapa kita harus selalu rendah hati? Ingatlah kita tidak dapat hidup sendiri. Selalu ada peran orang lain agar roda kehidupan terus berjalan. Disadari atau tidak, semua yang dinikmati dan diraih saat ini pasti dalam prosesnya ada campur tangan orang lain. 

Saling membutuhkan dan berbagi peranlah dalam kehidupan. Menjaga hubungan baik dengan sesama menjadi kewajiban. Berfokuslah pada upaya menempa diri agar lebih baik. Tak perlu fokus menilai orang lain, hingga lupa dengan diri kita sendiri, perbanyaklah introspeksi. 

Di atas itu semua, capaian sukses yang diraih saat ini, sejatinya adalah karunia Tuhan. 

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"Dan, janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri," (QS Luqman:18).

Kesuksesan seorang atasan, tak lepas dari kontribusi bawahan nya. Demikian pula sebaliknya, bawahan tumbuh berkembang atas dukungan atasan. Maka, sudah sepatutnya untuk saling menguat kan, membantu, dan membesarkan. 

Hidup ini usianya sebentar maka jangan diisi oleh sikap arogan. Rendah hati tak membuat kita kurang dihormati.

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan, kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa," (QS al-Qashash: 83).

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA