Kamis 02 Jul 2020 19:07 WIB

Benarkah China Mulai Batasi Populasi Muslim Uighur?

China dilaporkan melakukan pembatasan populasi Muslim Uighur.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah
China dilaporkan melakukan pembatasan populasi Muslim Uighur. Ilustrasi polisi China melintas di sebuah masjid di Xinjiang China,
Foto: AP Photo
China dilaporkan melakukan pembatasan populasi Muslim Uighur. Ilustrasi polisi China melintas di sebuah masjid di Xinjiang China,

REPUBLIKA.CO.ID, XINJIANG— Sebuah Perusahaan intelijen seluler Amerika Serikat mengungkapkan kerjasama mereka dengan Pemerintah China untuk membatasi populasi Muslim Uighur. 

Melalui pernyataan pada Rabu (1/7) kemarin, mereka mengaku memanfaatkan teknologi malicious software (malware), sebuah perangkat lunak yang dirancang dengan tujuan untuk merusak atau menyusup sebuah komputer, untuk menjalankan aksi pengintaian.

Baca Juga

Tim Intelijen Lookout menemukan bukti bahwa empat alat malware pengintai Android digunakan untuk melacak warga Uighur di Tiongkok dan di 14 negara lainnya, melalui telepon pintar mereka. Malware difungsikan untuk melacak dan mencatat informasi terperinci tentang Uighur, terutama mereka yang tinggal di Provinsi Xinjiang. 

Namun Lookout juga menemukan catatan data warga Tibet dan kelompok Muslim lainnya dalam alat pengintai tersebut. 

Lookout lebih lanjut mencatat bahwa malware itu diunduh melalui email phising, salah satu jenis kejahatan siber yang menjalankan aksinya dengan menggunakan email, dan aplikasi trojanized sebagai pihak ketiga. 

"Para peneliti Lookout telah mengamati puncak dalam pengembangan malware yang dimulai pada 2015, yang bertepatan dengan kampanye Cina 'Strike Hard Campaign melawan Violent Terrorism' di Xinjiang yang dimulai pada Mei 2014," tulis Lookout dalam pernyataan yang dikutip di Fox News, Kamis (2/7).

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menyatakan keinginannya untuk menguak rencana China yang diklaimnya tengah merencanakan sterilisasi paksa dan aborsi pada warga Uighur, sebagai upaya pengendalian kelahiran.  

"Saya ingin menarik perhatian pada laporan baru, kredibel, dan sangat mengganggu baru-baru ini bahwa Partai Komunis China memaksakan sterilisasi paksa dan aborsi pada warga Uighur dan minoritas lainnya di China barat," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam konferensi pers, Rabu (1/7). 

Sumber: https://www.foxnews.com/world/china-malware-spy-uighurs-muslim-populationx

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement