Imam di Ottawa, Kanada Temukan Cara Baru Rayakan Ramadhan

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

 Senin 18 May 2020 13:33 WIB

Imam di Ottawa, Kanada Temukan Cara Baru Rayakan Ramadhan. Ilustrasi Foto: muslimcanada.org Imam di Ottawa, Kanada Temukan Cara Baru Rayakan Ramadhan. Ilustrasi

Muslim Kanada didorong menciptakan sudut masjid sendiri di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Jika tahun ini adalah Ramadhan yang normal, Imam Sikander Hashmi akan mengundang orang-orang ke masjidnya setiap malam untuk sholat dan berbuka puasa bersama. Akan ada pesta untuk 200 hingga 300 orang yang dilanjutkan dengan membaca seluruh Alquran sepanjang bulan.

"Semua itu hilang tahun ini, jadi ini Ramadhan yang sangat berbeda. Tapi aku optimistis, jadi aku tidak selalu melihat perbedaan sebagai hal yang buruk," ucap Imam Hashmi dikutip di CBC, Senin (18/5).

Umat ​​Muslim di Kanada menghadapi situasi yang sama, dengan bulan puasa dimulai pada 23 April lalu. Ramadhan dimulai kira-kira lima pekan setelah pemerintah mengeluarkan rekomendasi menjaga jarak secara fisik.

Baca Juga

Hashmi merupakan imam untuk Asosiasi Muslim Kanada di Ottawa. Ia berhenti menawarkan layanan ibadah pada 13 Maret setelah melakukan diskusi dengan komunitas Muslim setempat.

Kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di Ottawa berasal dari daerah dimana Imam Hashmi tinggal. Lokasinya persis di seberang tempat komunitas Muslim disana melaksanakan sholat Jumat.

Asosiasi selama ini menyewa sebuah kompleks rekreasi di sebuah taman teknologi sebagai mushala tempat melaksanakan sholat Jumat mereka atau tempat ibadah. Masjid baru komunitas ini sedang dibangun.

"Karena banyak jamaah kami bekerja di daerah itu, kami memutuskan hal yang bijaksana adalah menunda sholat," kata Hashmi.

Alih-alih melakukan tradisi Ramadhan seperti biasa, Hashmi menasihati orang-orang bagaimana cara membuat masjid di rumah mereka sendiri. Perihal waktu sholat akan diumumkan Asosiasi Muslim Kanada secara daring.

Untuk membangun masjid di rumah, Hashmi merekomendasikan memilih kamar kosong atau sudut ruangan di mana jamaah merasa nyaman. Di sana, mereka dapat meletakkan sajadah.

Ia juga menjelaskan jika Islam secara keseluruhan adalah keyakinan yang minimalis. Untuk melaksanakan ibadah, tidak memerlukan banyak ruang atau persiapan.

Waktu sholat menjadi penting karena kemampuannya untuk menyatukan komunitas. Bahkan disaat seperti ini, dimana setiap orang berdoa dari rumah mereka sendiri.

Masyarakat tampaknya merespons dengan baik terhadap perubahan ini. Siaran ibadah yang baru-baru ini dihasilkan dapat mengunpulkan 215 keluarga.

Asosiasi Muslim Kanada juga mengkoordinasi kreasi window walks. Jamaah bisa menempatkan hasil kerajinan Ramadhan di jendela mereka untuk dikagumi orang-orang yang berlalu-lalang.

Hashmi menambahkan, di saat-saat seperti ini, iman dan solidaritas lebih berharga daripada biasanya. Kedua hal ini akan terasa kuat bahkan jika masyarakat tidak dapat mempertahankan tradisi sebelumnya.

Iman dan solidaritas juga penting saat menyelenggarakan pemakaman selama pandemi. Sesuai peraturan Covid-19 Ontario, hanya 10 orang yang diizinkan hadir dalam proses pemakaman.

Jika dalam kondisi normal, sebuah pemakaman melibatkan jenazah yang dimandikan dan disholati di masjid. Diikuti dengan Memindahkan jasad ke kuburan. Namun, untuk saat ini hal tersebut menjadi mustahil dilakukan.

"Ada kebajikan besar saat menghadiri doa pemakaman dalam iman kita, terlepas dari apakah kita mengenal individu itu atau tidak. Ini dapat dan menawarkan kenyamanan kepada anggota keluarga yang ditinggalkan," kata Hashmi

Pada tingkat yang lebih pribadi, Hashmi mengatakan dia selalu memastikan menawarkan bahu atau bantuan bagi anggota keluarga almarhum di kuburan. Ia juga mencoba menghibur mereka. Namun kali ini, ia hanya bisa berdiri dan melihat keluarga jenazah menangis tanpa bisa melakukan apa-apa.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X