Sabtu 04 Apr 2020 07:52 WIB

IMF: Krisis Kali Ini Lebih Parah Dibanding Satu Dekade Lalu

Pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang sangat rentan pada krisis ini.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Friska Yolandha
International Monetary Fund (IMF) punya 1 triliun dolar AS sebagai amunisi memerangi krisis Covid-19. Kepala IMF Kristalina Georgieva pada Jumat (4/4) waktu setempat mengingatkan bahwa negara-negara berkembang yang paling rentan dalam krisis virus corona ini.
Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP
International Monetary Fund (IMF) punya 1 triliun dolar AS sebagai amunisi memerangi krisis Covid-19. Kepala IMF Kristalina Georgieva pada Jumat (4/4) waktu setempat mengingatkan bahwa negara-negara berkembang yang paling rentan dalam krisis virus corona ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- International Monetary Fund (IMF) punya 1 triliun dolar AS sebagai amunisi memerangi krisis Covid-19. Kepala IMF Kristalina Georgieva pada Jumat (3/4) waktu setempat mengingatkan bahwa negara-negara berkembang menjadi yang paling rentan dalam krisis virus corona ini. Krisis kali ini jauh lebih parah daripada krisis keuangan global satu dekade lalu.

"Krisis sekarang jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global dan ini adalah krisis yang mengharuskan semua untuk bersatu," kata dia kepada lebih dari 400 wartawan pada konferensi pers virtual yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusatnya di Jenewa, dilansir Anadolu Agency, Sabtu (4/4).

Baca Juga

Georgieva melanjutkan, pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang sangat rentan pada krisis ini. Dia menekankan persoalan ini karena ada lebih dari 90 negara sejauh ini telah mendekati IMF untuk pendanaan darurat.

“Sistem kesehatan mereka sudah rapuh, dan sekarang mereka sangat terpukul secara ekonomi. IMF memberikan prioritas tinggi kepada negara-negara itu,” kata Georgieva.

IMF menyatakan pandemi virus Covid-19 yang terjadi saat ini telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan. Pandangan ini disampaikan dalam pernyataan bersama Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional (International Monetary and Financial Committee/IMFC) Lesetja Kganyago.

"Kita berada dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana pandemi kesehatan global telah berubah menjadi krisis ekonomi dan keuangan," kata pernyataan resmi IMF.

Pernyataan tersebut juga menjelaskan, dengan aktivitas ekonomi yang melambat, output global akan berkontraksi pada tahun ini. Negara-negara anggota telah mengambil tindakan luar biasa untuk fokus menangani Covid-19, terutama dalam menyelamatkan nyawa maupun melindungi kegiatan ekonomi. Namun, dibutuhkan lebih banyak langkah untuk mengatasi wabah yang sudah menyerang hampir seluruh negara ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement