Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Wawasan Kebangsaan Perlu Terus Ditanamkan

Jumat 20 Sep 2019 21:40 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Unsoed bekerja sama dengan MPR melakukan sosialisasi empat pilar di kampus Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Unsoed bekerja sama dengan MPR melakukan sosialisasi empat pilar di kampus Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Foto: mpr
wawasan kebangsaan yang benar akan semakin memperkokoh rasa kebangsaan.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Rektor Universitas Jendral Soedirman Suwarto mengatakan pemahaman wawasan kebangsaan mesti terus ditanamkan kepada rakyat Indonesia. Terutama generasi muda sebagai pemegang tampuk kepemimpinan bangsa di masa depan.

“Penanaman wawasan kebangsaan adalah tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa termasuk para civitas akademika di perguruan tinggi kepada generasi muda yakni para mahasiswa, sebab merekalah nanti yang akan memegang tampuk kepemimpinan di negeri ini nanti,” ujarnya.

Unsoed bekerja sama dengan MPR melakukan sosialisasi empat pilar di kampus Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono mengatakan penanaman wawasan kebangsaan ini adalah ‘pekerjaan rumah’ dan tanggung jawab semua anak bangsa terutama generasi muda. Dia mewanti-wanti jangan sampai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan jangan sampai surut dan menghilang.

Hal tersebut diamini Muhammad Hamdan Fatah mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed 2019.  Hamdan sangat mengapresiasi kerjasama MPR dan Unsoed menggelar dialog tentang wawasan kebangsaan.

“Wawasan kebangsaan sangat penting, saya tahu itu, tapi saya bertambah paham bahwa begitu pentingnya wawasan kebangsaan dipahami oleh generasi muda bangsa setelah mengikuti dialog ini, tidak main-main, ini sangat serius.  Pemahaman wawasan kebangsaan yang benar akan semakin memperkokoh rasa kebangsaan, nasionalisme dan rasa persaudaraan dalam diri setiap warga negara, dan itu sangat baik untuk membentengi diri dari serbuan negatif globalisasi,” ujar dia.

Dialog Wawasan Kebangsaan kerjasama MPR dengan Fakultas Hukum Unsoed ini sendiri berlangsung selama setengah hari dengan metode interaktif yang menampilkan dua narasumber utama dialog yakni Rubijanto Misman dan Nasihin Masha yang mengupas tema sentral ‘Peningkatan Pemahaman Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan’.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler