Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Fasilitas KITE Bantu IKM Banyuwangi Ekspor ke China

Selasa 10 Sep 2019 10:17 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

PT Sumber Makmur Bakti Mulia didukung oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mengekspor 95 ton serabut kelapa ke China.

PT Sumber Makmur Bakti Mulia didukung oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mengekspor 95 ton serabut kelapa ke China.

Foto: bea cukai
KITE IKM membebaskan bea masuk bahan baku dan bahan modal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dikeluarkan Bea Cukai kembali membantu pengusaha dalam negeri mengekspor hasil produksinya ke luar negeri. Pada Kamis (5/9), PT Sumber Makmur Bakti Mulia didukung oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mengekspor 95 ton serabut kelapa ke China.

Baca Juga

Kepala Subseksi Hanggar II Bea Cukai Banyuwangi, Kitri Wahyudi mengungkapkan bahwa fasilitas yang digunakan dalam ekspor kali ini adalah KITE IKM. Setiap importasi menggunakan fasiitas KITE IKM, bea masuk dibebaskan untuk bahan baku, bahan penolong, barang contoh, dan barang modal.

"PPN dan PPnBM impor tidak dipungut. Dengan fasilitas yang diberikan ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor di Banyuwangi sehingga apabila komoditas ekspornya dari Banyuwangi, ekspornya juga bisa melalui Banyuwangi,” ungkap Kitri.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi, mengungkapkan serabut kelapa yang selama ini dianggap limbah, sekarang memiliki nilai ekonomis tinggi. Serabut kelapa dimanfaatkan untuk dibuat matras atau jok mobil.

"Tiongkok merupakan salah satu negara yang memanfaatkan serabut kelapa asal Banyuwangi,” ujar Musyaffak.

Eksportasi serabut kelapa ini telah dilakukan sejak 2016 dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut data tahun 2018 periode Januari-Agustus ekspor Cocofibre dan Cocopeat mencapai 6.772 ton, atau senilai Rp 19 miliar. Pada periode yang sama di 2019 ekspor komoditas serupa mencapai 11.333ton atau senilai Rp 33 miliar. Berdasarkan data tersebut, terjadi kenaikan yang signifikan dari sisi jumlah dan nilai, yaitu lebih dari 50 persen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA