Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Bea Cukai Edukasi Masyakarat Mengenai Dampak Plastik

Kamis 08 Aug 2019 16:48 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Bea Cukai turut menyemarakkan rangkaian kegiatan Ministry of Finance Festival (MOFEST) 2019.

Bea Cukai turut menyemarakkan rangkaian kegiatan Ministry of Finance Festival (MOFEST) 2019.

Foto: bea cukai
Cukai diharapkan bisa mengendalikan sampah plastik di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Bea Cukai turut menyemarakkan rangkaian kegiatan Ministry of Finance Festival (MOFEST) 2019 di kota Pontianak Sabtu (3/8). Kali ini di Pontianak MOFEST mengusung tema Future of Today yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat akan permasalahan dan dampak sampah kantong plastik serta mengajak generasi muda untuk ikut mengkampanyekan peduli lingkungan.

Baca Juga

Dalam acara tersebut, dibahas rencana pengenaan cukai terhadap kantong plastik. Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Nirwala Dwi Heryanto mengatakan pengenaan cukai diharapkan dapat mengurangi sampah plastik di Indonesia. Penerapan cukai kantong plastik direncanakan akan mengaplikasikan skema progresif.

Pada tahap tertentu, untuk kantong plastik yang masuk dalam definisi sangat ramah lingkungan, pemerintah akan memberikan pembebasan atau nol persen. Sementara itu, jenis yang sangat tidak ramah lingkungan akan diberikan tarif tinggi atau 100 persen. Untuk itu pemerintah juga tengah menyiapkan langkah-langkah untuk memaksimalkan produksi kantong plastik ramah lingkungan.

Dia juga memberikan tips gaya hidup sehat dan ramah lingkungan terutama terhadap sampah plastik. “Yang kita selesaikan adalah polusi plastik yang masif atau berlebihan. Bukan meniadakan penggunaan plastik,” ungkap Nirwala Dwi Heryanto.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti mengungkapkan pengenaan cukai dinilai akan lebih tepat karena bersifat nasional, dan memiliki pertanggungjawaban yang lebih jelas ke APBN.

Mofest Pontianak adalah wadah kolaborasi dengan para pemuda yang akan berada pada puncak usia produktif untuk tukar pemikiran terkait Visi Indonesia 2045, serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi, dan menyampaikan aspirasi dalam pengelolaan APBN. Serta diharapkan generasi muda dapat mengembangkan diri dan memahami potensi ekonomi Indonesia sehingga siap berkontribusi demi mewujudkan Visi Indonesia 2045.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA