Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Bea Cukai Dukung Potensi Perikanan Sulawesi Selatan

Selasa 23 Jul 2019 16:17 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Syamsul Bahri menghadiri acara temu akbar tudang sipulung nelayan Sulawesia Selatan (15/7).

Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Syamsul Bahri menghadiri acara temu akbar tudang sipulung nelayan Sulawesia Selatan (15/7).

Foto: Bea cukai
Ekspor ikan di provinsi Sulawesi selatan pada tahun 2019 meningkat 550 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Bea Cukai mendukung potensi perikanan di Sulawesi Selatan.  Bea Cukai diwakili Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Syamsul Bahri menghadiri acara temu akbar tudang sipulung nelayan Sulawesi Selatan (15/7).

Pada acara tersebut dilaksanakan pemusnahan media pembawa hasil tindak karantina berupa sirip hiu, daging kima, kuda laut, dan kerang di Pelabuhan Ikan Makassar. Selain itu, turut diresmikan tempat pengolahan rumput laut, pom bensin nelayan, dan kantor karantina ikan oleh gubernur Sulawesi Selatan dan para pejabat instansi terkait.

Baca Juga

"Kiita semua berharap agar ada sebuah metode yang mumpuni, bagaimana dapat mengelola ikan sebaik mungkin mulai dari tahap awal hingga akhir. Sehingga pada musim apapun, ketersediaan ikan selalu bisa diandalkan dan tidak mempengaruhi harga dengan kata lain, harga ikan tetap stabil,” ujar Syamsul.

Data menyebutkan ekspor ikan di provinsi Sulawesi selatan di tahun 2019 meningkat 550 persen. Ini angka yang cukup fantastis sehingga perlu adanya pengembangan dan dukungan dari segala sisi.

Untuk itu, pemerintah melakukan pembenahan dengan menyediakan pelabuhan yang baru beserta dengan fasilitas lainnya. Selain itu juga bersinergi dengan instansi terkait, sehingga cita cita besar yaitu Sulawesi Selatan dapat ekspor langsung ikan dari makassar bisa terwujud.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan Penyerahan 2000 bibit mangrove, 2000 alat tangkap bubu rajungan, styrofoam, dan sembako untuk para nelayan. “Dengan menghadiri kegiatan ini, banyak pesan dan harapan yang dititipkan pada instansi tercinta ini dimana semoga Bea Cukai bisa turut ambil bagian, dalam membantu para nelayan dalam memperluas jangkauan pemasarannya di wilayah internasional,” ujar dia.

Bea Cukai, kata dia mempermudah proses perizinan, menyederhanakan pengurusan dokumen dan administrasi dan juga melakukan asistensi terhadap pengusaha perikanan potensial di provinsi Sulawesi Selatan. “Saatnya Bea Cukai ambil peran dalam mendukung perekonomian di segala lini guna wujudkan eksistensi instansi sehingga masyarakat paham bahwa Bea Cukai memang makin baik,” kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA