Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Ketua MPR Harap Semua Rakyat Berbahagia

Jumat 15 Jun 2018 18:14 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ketua MPR Zulkifli Hasan saat halal bihalal Idul Fitri, Jumat (15/6).

Ketua MPR Zulkifli Hasan saat halal bihalal Idul Fitri, Jumat (15/6).

Foto: MPR
Zulkifli berharap meski di tahun politik kita bisa menjaga persatuan bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Minal Aidzin Wal Faidzin," ujar Ketua MPR Zulkifli Hasan saat dirinya menggelar open house Idul Fitri di rumah jabatan, Komplek Widya Chandra, Jakarta, Jumat (15/6).

Dalam kesempatan itu, Zulkifli menyatakan mohon maaf lahir dan batin bila selama ini ada kesalahan yang disengaja atau kekhilafan yang dilakukan. Dirinya berharap selepas umat Islam melakukan puasa selama satu bulan, kita bisa melahirkan pribadi-pribadi yang mempunyai kesalehan sosial. Kesalehan sosial itu adalah pribadi yang suka berbagi, tenggang rasa, dan tak mau menang sendiri.

"Saling memaafkan dan memperkuat silaturahim," katanya.

Sebagai pribadi yang mencerminkan kesalehan sosial maka diharapkan mereka mau berbagi kepada sesamanya yang kurang beruntung. "Kalau ada kelebihan mari kita berbagi," kata pria asal Lampung itu.

Dengan perilaku yang demikian maka Idul Fitri mempunyai makna yang dalam sehingga semua akan berbahagia di hari yang fitri ini. "Kita doakan saudara kita yang mudik jalannya lancar," tambahnya.

Zulkifli berharap meski di tahun politik kita bisa menjaga persatuan bangsa. Pentingnya arti persatuan itulah, ia mendukung usulan Komisi VIII DPR untuk membuat kalender hijriyah agar tak terjadi perbedaan penentuan awal puasa dan lebaran. Setiap menjelang puasa dan lebaran biasa terjadi perbedaan awal puasa dan lebaran di antara ummat Islam.

"Saya setuju usulan dibuatkan kalender hijriyah," ujarnya.

Dirinya menyayangkan masalah perbedaan awal puasa dan lebaran masih saja menjadi saling sengketa di antara ummat Islam. Untuk itu menurutnya perlu disepakati cara hisab dan rukyatnya. "Disepakati batas-batas derajatnya," ujarnya.

Dia mengatakan di zaman modern ini dengan penggunaan teknologi semua bisa diukur dengan sangat presisi. "Bahkan kita bisa mengetahui 50 tahun hingga 100 tahun ke depan mengenai terjadinya gerhana bulan dan matahari yang tak satupun meleset", ujarnya.

Untuk itu dirinya sepakat dibuat kalender hijriyah agar tak terjadi perbedaan awal puasa dan lebaran.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler