Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Zulhasan: Lawan Korupsi dan Politik Rente itu Berat

Kamis 01 Mar 2018 12:49 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Foto: MPR RI
Zulhasan menyebut politik di Indonesia mahal dan sebabkan korupsi menjalar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan melawan rente dalam politik adalah hal yang berat. Ia mengucapkannya sembari meniru salah satu dialog dalam film Dilan.

"Yang betul seperti Dilan, melawan rente itu berat, biar aku saja," kata pria yang akrab disapa Zulhasan di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Hal itu dia sampaikan dalam sambutan pada acara peluncuran buku Nalar Politik Rente karya Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Ia menyebut politik di Indonesia mahal dan sebabkan korupsi menjalar.

photo
Zulkifli Hasan saat menghadiri peluncuran buku Nalar Politik Rente karya Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ketua Umum PAN ini menyebut ada beberapa hal yang perlu disempurnakan termasuk praktek Demokrasi itu itu sendiri. Demokrasi Pancasila seharusnya, menurut Zulhasan, hadirkan kesetaraan dan keadilan bukan melahirkan kesenjangan sosial serta menghasilkan politik rente.

Menyinggung kedaulatan pangan yang tidak tercapai di Indonesia, menurutnya, itu terjadi akibat politik rente. Negeri ini punya kekayaan berlimpah dan karenanya urusan pangan harusnya mandiri, berdiri di atas kakinya sendiri. "Tidak perlu Impor," kata Zulkifli.

Ia pun menyinggung soal korupsi di Indonesia. Penegakan hukum di Indonesia terkait korupsi disebutnya sudah begitu luar biasa. Namun sistem yang ada masih belum benar.

"Ikhtiar perbaikan demokrasi itu seiring sejalan dengan perbaikan politik dan pencegahan korupsi. Kita perlu perubahan sistem yang menyeluruh dari hulu sampai ke hilir," tuturnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler