Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Pembangunan Desa Harus Jadi Spirit Kebangsaan

Jumat 26 May 2017 12:25 WIB

Rep: ita nina winarsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Foto: mpr

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, mengaku, ada chemistry dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Kecocokan tersebut, terkait dengan konsep pembangunan pedesaan. Konsep ini, sejalan dengan inti dari empat pilar MPR.

"Kita berdua punya banyak kecocokan. Terutama, soal pemikiran tentang pedesaan," ujarnya, saat menghadiri kuliah umum tentang desa sebagai basis spirit kebangsaan di Taman Maya Datar Purwakarta, Jumat (26/5).

Zulkifli menjelaskan, Purwakarta memiliki konsep pembangunan desa yang sangat riil. Terbukti, wilayah ini mampu membangun dengan rumusan terbalik. Yaitu, membangun pedesaan dulu. Setelah desa sukses, baru meniti pembangunan di perkotaan.

Gerakan ini, lanjutnya, bisa diadopsi baik untuk Jabar maupun pusat. Supaya, pembangunan tersebut bisa terarah. Karenanya, sambung Zulkifli, pembangunan pedesaan ini sangat penting. Serta harus menjadi prioritas. Sebab, desa merupakan ujung tombak pemerintahan.  

Dengan begitu, pihaknya sangat mengapresiasi dengan kebijakan Bupati Purwakarta. Sebab, Purwakarta mampu memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Salah satunya, pembangunan infrastruktur yang kini sudah bisa dinikmati masyarakat Purwakarta.

"Kalau setiap pimpinan daerah memahami Pancasila, maka pemerintahannya akan di senangi oleh masyarakat," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, empat pilar MPR ini, salah satunya soal Pancasila. Karenanya, Zukifli ingin, Pancasila ini lebih dipahami dan dimaknai. Supaya, kesenjangan-kesenjangan yang terjadi di Indonesia bisa terminimalisasi. Terutama, soal kesenjangan pembangunan antara di Jawa dan luar Pulau Jawa.  

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, otonomi itu seharusnya tidak diberikan ke provinsi ataupun kabupaten/kota. Melainkan, harusnya desa. Karena, desa lebih dekat dengan masyarakat. Dengan begitu, pembangunan desa harus spirit kebangsaan.

"Tatanan desa ini, harus jauh lebih baik. Karenanya, saya punya mimpi kedepan desa harus mandiri. Terutama secara keuangan," ujar Dedi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler