Polisi: Tamara Sering Titipkan Dante ke Tersangka Yudha Arfandi

Hubungan tersangka dengan ibu korban adalah mereka berpacaran.

Republika/Thoudy Badai
Barang bukti kasus kekerasan terhadap anak dan pembunuhan berencana yang menewaskan Dante anak dari artis Tamara Tyasmara diperlihatkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2024). Dalam konferensi pers tersebut, Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerangkan bahwa berdasarkan dari pemantauan CCTV tersangka Yudha Arfandi diduga menenggelamkan Dante (6) anak dari artis Tamara Tyasmara sebanyak 12 kali hingga meninggal dunia.
Rep: Ali Mansur Red: Andri Saubani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penyidik Polda Metro Jaya memastikan bahwa Yudha Arfandi (33 tahun) tersangka kasus pembunuhan terhadap Raden Adante Khalif Pramudityo alias Dante (6 tahun) memiliki hubungan asmara dengan ibu korban, Tamara Tyasmara. Tamara, menurut polisi, bahkan sering menitipkan anaknya kepada tersangka, termasuk pada saat peristiwa pembunuhan Dante di kolam renang di kawasan Jakarta Timur.

Baca Juga

“Hubungan tersangka dengan ibu korban berpacaran. Berdasarkan pemeriksaan mereka berpacaran. Korban sering dititipkan (kepada tersangka)," ungkap Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra kepada awak media, Selasa (13/2/2024).

Selain itu memang, kata Wira, Dante juga berteman akrab dengan anak dari Yudha yang berjenis kelamin perempuan. Kemudian pada saat peristiwa pembunuhan Dante, tersangka juga mengajak anaknya ke kolam renang untuk latihan berenang.

Namun, Wira tidak menerangkan secara rinci apakah korban Dante merupakan teman bermain sekolahnya atau bukan. Wira hanya mengatakan, bahwa Dante dengan anak tersangka berteman baik.

 

“Jadi (korban) teman baik anak tersangka dan korban ini,” ucap Wira.

Tersangka Yudha Arfandi diduga membunuh Raden Adante Khalif Pramudityo alias Dante (6 tahun), saat berenang di kolam renang umum di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 27 Januari 2024. Menurut keterangan pihak kepolisian, berdasarkan pemeriksaan CCTV, tersangka diketahui sempat memantau situasi sebelum membenamkan kepala korban sebanyak 12 kali di kolam renang.

“Modus operandi yang dilakukan berdasarkan hasil penyidikan dan penyelidikan, bahwa tersangka melihat ke arah kanan dan kiri memastikan tidak ada orang yang melihat,” ujar Wira, Senin (12/2/2024).

Selanjutnya setelah kondisi dikira aman, Yudha langsung menenggelamkan kepala Dante ke dalam air di kolam renang sebanyak 12 kali. Menurut Wira, setiap kali Yudha membenamkan kepala korban dengan durasi yang berbeda-beda. Mulai dari yang hanya dua detik dan yang paling lama hampir mencapai satu menit. Durasi lamanya Dante dibenamkan tergantung situasi di sekitar kolam renang.

“Hasil analisis dari rekaman CCTV yang dilakukan pemeriksaan bahwa rekaman tersebut yang kami ajukan memiliki durasi kurang lebih sekitar 2 jam 1 menit,” jelas Yudha.

In Picture: Ini Wajah Yudha Arfandi Berbaju Oranye, Pembunuh Anak Tamara Tyasmara

 

 

 

 

Dalami motif

Sampai dengan saat ini motif tersangka Yudha membenamkan Dante hingga tewas belum menemui titik terang. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif tersangka melakukan pembunuhan berencana terhadap anak dari kekasihnya tersebut. 

“Dari tim penyidik masih melakukan pendalaman. Hal ini juga kami masih menunggu hasil dari tim Apsifor,” terang Wira

 

Menurut Wira, dalam menggali motif tersangka Yudha membunuh anak artis dari Tamara Tyasmara tersebut, penyidik tidak berjalan sendirian. Wira melanjutkan, pihak penyidik Polda Metro Jaya bakal menggandeng pihak terkait untuk mengungkap motif dari tersangka.

“Tersangka ini beralasan melatih pernapasan dengan melakukan nyelem-nyeleman. Namun ini akan dikomper dengan keterangan saksi maupun ahli berdasarkan analisis rekaman video yang akan kami tunjukkan ke saksi dan ahli,” tutur Wira. 

Polda Metro Jaya pun telah menjerat Yudha Arfandi dengan pasal pembunuhan berencana. Penyidik telah memiliki bukti yang mengindikasikan adanya pembunuhan berencana di kasus ini.

“Terkait masalah indikasi pembunuhan berencana, tentunya nanti kami akan selaraskan keterangan saksi yang ada. Namun pasal yang kami terapkan ada Pasal 340 (KUHP) pembunuhan berencana,” kata Wira.

Wira melanjutkan, salah satu bukti indikasi adanya pembunuhan berencana tersebut berdasarkan hasil dari pemeriksaan alat bukti beberapa kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian. Kemudian, bukti adanya indikasi pembunuhan rencana tersebut bakal diselaraskan dengan keterangan saksi dan juga ahli.

"Kenapa ada perencanaan? Karena ketika ada lifeguard lewat, sempat diangkat sebentar. Jadi, seperti ada merencanakan jangan sampai ketahuan dan itu dikemas bahwa kematian korban tewas tenggelam," terang Wira.

 

 
Berita Terpopuler