Aksi Bakar Alquran di Swedia, Mengapa Muslim Sangat Marah?

Alquran adalah kitab yang sangat penting dalam hidup seorang Muslim.

EPA-EFE/SEDAT SUNA
Seorang demonstran wanita memegang Alquran saat melakukan protes di depan Konsulat Jenderal Swedia, di Istanbul, Turki, 22 Januari 2023. Demonstran berkumpul setelah politikus sayap kanan Swedia-Denmark Rasmus Paludan diizinkan menggelar demonstrasi dan membakar salinan Alquran di depan kedutaan Turki di Stockholm pada 21 Januari 2023. Aksi Bakar Alquran di Swedia, Mengapa Muslim Sangat Marah?
Rep: Alkhaledi Kurnialam Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah demonstrasi yang dilakukan dengan membakar salinan Alquran di Swedia membuat umat Muslim dari berbagai negara marah. Banyak negara mayoritas Muslim bahkan mengecam dan menyalahkan pemerintah Swedia karena mengizinkan aksi itu.

Baca Juga

Tindakan pembakaran salinan Alquran dengan maksud memprovokasi umat sebenarnya telah banyak terjadi sebelumnya, yang juga kemudian direspons dengan dengan kuat dan kemarahan besar. Mungkin ada yang menyebut sikap Muslim ini sebagai suatu yang berlebihan karena memang tidak mengenal Alquran. Tapi, jika ingin mengenal lebih jauh, kenapa sebenarnya umat Islam sangat marah atas tindakan ini?

Syekh Abu Bakar Jabir Al Jaza'iri dalam kitabnya Minhajul Muslim menyebut Alquran sebagai kitab suci yang menjadi bagian dari salah satu tanda keimanan seorang Muslim. Kitab ini adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada manusia yang paling baik, Nabi yang paling mulia dan Rasul yang paling utama, yaitu Muhammad SAW.

Alquran adalah kitab yang sangat penting dalam hidup seorang Muslim, karena kitab ini adalah pedoman manusia dalam menjalani hidup. Dalam Alquran, dijelaskan aturan-aturan hidup sebagai petunjuk seorang Muslim.

"Seorang Muslim yakin Alquran adalah kitab yang mencakup seluruh perundang-undangan Ilahi yang terbesar. Allah Ta'ala, Dzat yang menurunkan Alquran menjamin orang-orang yang mau menerima dan mengamalkannya akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat," jelasnya.

Syekh Abu Bakar kemudian mengutip ayat yang menjelaskan Alquran sebagai pembawa kebenaran yang sebelumnya tidak diketahui manusia. Allah SWT berfirman:

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَلَا تَكُن لِّلْخَآئِنِينَ خَصِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat," (QS. An Nisa: 105).

Alquran menjelaskan semua...

 

Sedangkan pendakwah Saudi Mahmoud bin Ahmed Al-Dosari mengatakan, setiap Muslim terlepas dari negara mereka yang berbeda, jarak dari rumah mereka, bentuk, bahasa hingga warna kulit yang berbeda, menganggap Alquran adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan atas mereka. Karena dalam Alquran, Allah SWT menjelaskan semuanya kepada mereka di dalamnya, mulai dari soal aqidah atau keyakinan, ibadah, bersosialisasi hingga hak-hak pribadi.

"Tanpa Alquran, (seperti) tidak ada kehidupan, tanpa jiwa, hati, dan pikiran, maka umat Islam tidak memiliki entitas, tidak ada kehidupan, dan tidak ada rumah. Karena bagi mereka (Muslim) itu adalah cahaya, makanan, dan penyembuhan," jelasnya.

Alquran disebutnya mencakup 6.236 ayat yang berisi, secara total dan rinci, tindakan ibadah, keyakinan, biaya, prinsip, keputusan, transaksi, hubungan negara Islam dengan orang lain dalam damai dan perang, politik pemerintahan, penyelenggaraan peradilan, keadilan sosial, kesetiakawanan sosial, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan membangun masyarakat muslim dalam berbagai aspek, dan mewujudkan kepribadian Islam yang seutuhnya, sopan santun, etiket, hingga pengetahuan.

 

"Dengan kata-kata yang lebih tepat dan singkat, umat Islam mendapatkan dalam Alquran semua yang dibutuhkannya dalam kehidupan publik dan pribadi, agama dan kehidupannya," ujarnya. 

 
Berita Terpopuler