Temui Jokowi, Menpora RI Lapor Komitmen 4 Suporter Besar Jaga Kondusivitas

Menpora telah mengundang para pimpinan suporter dari berbagai klub sepak bola.

ANTARA/Adiwinata Solihin
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.
Rep: Dessy Suciati Saputri Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait komitmen seluruh klub Liga 1 dalam menjaga kondusivitas kompetisi sepak bola. Komitmen ini juga disampaikan oleh empat suporter klub yang memiliki massa besar, seperti Persija Jakarta, Arema FC, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya.

“Ada beberapa hal yang saya sampaikan ke beliau (Jokowi) bahwa semua klub Liga 1 berkomitmen menjaga jangan sampai terjadi lagi tragedi Kanjuruhan. Termasuk suporter, pimpinan suporter dari empat yang biasanya sangat terkenal itu, baik suporter Persija, suporter Arema, suporter Persib, suporter Persebaya,” ujar Menpora di Komplek Istana Kepresidenan, Jumat (7/10/2022).

Menpora menyebut telah mengundang para pimpinan suporter dari berbagai klub bola tersebut. Dalam pertemuan tersebut, mereka menyatakan akan berhenti melakukan provokasi untuk saling menyerang.

“Mereka menyatakan kita akan stop untuk bisa seperti kemarin lagi. Dan termasuk narasi-narasi, kan biasanya narasi-narasi memprovokasi orang untuk bisa saling menyerang itu, kita akan hentikan itu. Kalau ada yang masih bandel juga akan diatur, tentu itu kewenangan PSSI ya,” jelas Menpora.

Dalam laporannya kepada Jokowi, Menpora juga menyampaikan telah menggelar rapat koordinasi di Kemenko Polhukam. Dalam rakor tersebut, ia diminta untuk mengundang PSSI dan seluruh klub Liga 1, beserta para supporter, dan panitia penyelenggara. Selain itu, ia juga mengundang Polri, Kementerian Kesehatan, BNPB, serta Kementerian Dalam Negeri.

“Kenapa Kemendagri? Karena seluruh stadion itu miliknya pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota, jadi tidak ada klub yang punya stadion, itu mereka nyewa,” jelas Menpora.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
Berita Terpopuler