Kabar Lebaran: Begini Suasana Shalat Id di Chungcheongbuk-do

Peserta shalat Id adalah warga Indonesia, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Mesir.

network /Kabar Dunia dan Indonesia
.
Rep: Kabar Dunia dan Indonesia Red: Partner

Suasana khutbah Idul Fitri di Chungcheongbuk-do (Dok. M Habibi)

Diplomasi.Republika.co.id, SEOUL -- Muslim Korea Selatan (Korsel) merayakan Idul Fitri pada Selasa (2/5/2022) lalu. Antusiasme mereka dirasakan Mohammad Habibi, ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korsel. Ia saat ini menjadi mahasiswa S2 di Kongju National University Chungcheongnam, Korsel.

"Antusiasme muslim Korea Selatan dalam menyongsong Idul Fitri tahun ini sangat luar biasa," kata Habibi kepada Diplomasi Republika.

Menurutnya, antusiasme dikarenakan Pemerintah Korsel sudah tak lagi memberlakukan peraturan jaga jarak. Maka, ini membuka kesempatan bagi Muslim di sana untuk dapat melaksanakan shalat Id secara berjamaah. Namun, protokol kesehatan tetap dijalankan, termasuk pemakaian masker.

Pada kesempatan kali ini, Habibi berkesempatan untuk menjadi imam sekaligus khatib Idul Fitri. Shalat Id ini dilakukan di lapangan parkir Geumwang Community Service Center, 507-7 Mugeuk-ri, Geumwang-eup, Eumseong-gun, Chungcheongbuk-do, Korsel.

Mohammad Habibi tampil sebagai khatib dan imam shalat Id kali ini. (Dok. M Habibi)

Warga Muslim sudah mulai menuju lokasi sholat Id mulai pukul 05.30 waktu setempat. Protokol Kesehatan tetap diterapkan, seperti pengecekan suhu, menggunakan penyanitasi tangan, dan pembagian masker.

Sholat ‘Id dimulai tepat pukul 06.30 waktu setempat. Habibi memperkirakan, peserta shalat Id kali ini kurang lebih sekitar 300 orang jama’ah. Mereka terdiri dari warga Indonesia, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Mesir.

"Pada shalat Id kali ini kami merasakan atmosfer yang berbeda dan sangat senang," kata Habibi.

Alasannya, sudah hampir dua tahun terakhir Pemerintah Korsel menetapkan aturan jaga jarak karena pandemi Covis-19. Sepanjang waktu itu pula Muslim tidak dapat melaksanakan kegiatan beribadah secara berjama’ah.

Peserta shalat mengatur posisi duduk sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. (Dok. M Habibi)

Seperti umumnya di Indonesia, prosesi shalat Id diawali dengan pembacaan takbir bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan shalat Id berjamaah.

Berikutnya, giliran Habibi menyampaikan khutbah Idul Fitri. Prosesi shalat Id ini akhirnya ditutup dengan acara saling bermaaf-maafan. (yen)

 
Berita Terpopuler