Israel: Iran Harus Tanggung Jawab Atas Kekacauan di Timteng

Menhan Israel sebut Iran harus bertanggung jawab atas puluhan serangan teroris

AP
Pasukan Garda Revolusi Iran. Menhan Israel sebut Iran harus tanggung jawab atas puluhan serangan teroris. Ilustrasi.
Rep: Fergi Nadira Red: Christiyaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz menunjuk Iran bertanggung jawab atas puluhan serangan teroris di Timur Tengah (Timteng). Iran juga dituduh mengoperasikan proxy di Yaman, Irak, dan negara-negara lain.

Dalam pengarahan bersama Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid dan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB, Gantz dan Lapid mengungkapkan bahwa kepala komandan UAV Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran Saeed Ara Jani adalah dalang di balik serangan terhadap kapal Mercel Street. "Ara Jani adalah kepala operator sistem UAV Angkatan Udara IRGC, yang menghantam Mercer Street," kata Gantz kepada para duta besar dikutip dari laman Jerusalem Post, Jumat (6/8).

"Dia menyediakan persediaan, pelatihan, rencana, dan bertanggung jawab atas banyak aksi teror di wilayah tersebut," ujarnya menambahkan. Menteri pertahanan mengatakan dia akan memberikan informasi intelijen rinci kepada negara-negara peserta tentang masalah tersebut.

Menlu Lapid menunjukkan serangan terbaru Iran berada di jalur perdagangan internasional. Menurutnya, serangan itu adalah serangan terhadap kebebasan bergerak dan termasuk kejahatan internasional.

"Apa yang akan dilakukan komunitas internasional tentang hal itu? Apakah hukum internasional masih ada? Apakah dunia memiliki kemampuan dan keinginan untuk menegakkannya?" dia bertanya. "Jika jawabannya ya, dunia perlu bertindak sekarang," ujarnya menambahkan.

Lapid berpendapat jika dunia tidak menanggapi insiden terbaru, maka tidak ada komunitas internasional, dan itu akan menjadikan setiap negara memikirkan negaranya sendiri.

Baca Juga


Duta Besar Israel untuk PBB dan AS, Gilad Erdan, menyoroti peran yang dimainkan IRGC Iran dalam menabur kekerasan dan kehancuran di Timur Tengah dan di tempat lain di dunia. Hal itu ia jelaskan dalam sebuah surat yang dia tulis kepada DK PBB awal pekan ini.

Dia menuliskan Korps Pengawal adalah sponsor utama kelompok teroris dan milisi di seluruh wilayah. "Seiring waktu, IRGC telah mengembangkan persenjataan yang berbahaya dan tepat, seperti serangan drone dan rudal jarak jauh, yang digunakannya terhadap warga sipil dan objek sipil di negara-negara di seluruh kawasan, baik secara langsung atau melalui kelompok teroris yang disponsori IRGC dan mendukung," tulis Erdan.

Dia menjelaskan kepada DK PBB bahwa serangan maritim Iran tahun ini termasuk pada kapal milik Israel Helios Ray pada Februari dan Hyperion Ray pada April. CSAV Tyndall, yang sebelumnya dimiliki oleh seorang Israel, diserang pada Juni.

Pada 29 Juli lalu, Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak dengan koneksi ke Israel di dekat Oman. Serangan itu menewaskan dua anggota awak di dalamnya.

Ini adalah serangan mematikan pertama dalam perang maritim yang berkelanjutan dan telah menyebabkan Yerusalem menuduh Teheran menabur kekerasan dan kehancuran. Dua awak yang tewas dalam serangan di Mercer Street adalah kapten Rumania dan seorang petugas keamanan Inggris. Meskipun dimiliki oleh perusahaan Jepang, Mercer Street dioperasikan oleh Zodiac Maritime yang berbasis di London, bagian dari Grup Zodiac miliarder Israel Eyal Ofer.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
Berita Terpopuler