Waspada Ganasnya Gelombang Kedua Covid

Berkaca dari India yang terlihat sukses, tapi berujung ledakan Covid-19 gelombang dua

EPA-EFE/IDREES MOHAMMED
Seorang anggota keluarga mengenakan alat pelindung diri (APD) melakukan upacara terakhir untuk korban Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi, India, Kamis (29/4). Delhi melaporkan 25.986 kasus baru, 368 kematian dalam 24 jam terakhir dan terus berlanjut. Mereka berjuang dengan suplai oksigen.
Red: Joko Sadewo

Oleh : Yudha Manggala Putra, Jurnalis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID -- Gelombang penularan Covid-19 yang kembali "mengganas" di India perlu dijadikan pelajaran. Bahwasanya, pandemi belumlah berakhir sampai ia benar-benar berakhir. Pemerintah ataupun masyarakat Indonesia perlu waspada. Jangan sampai gelombang kedua, yang berpotensi lebih mengkhawatirkan dampaknya, juga terjadi di nusantara.

India sebenarnya salah satu negara yang dilaporkan berhasil meredam penyebaran Covid-19 awal tahun ini. Kemunculan kasus barunya merosot jauh pertengahan Februari. Negara ini pun termasuk terdepan dalam menggencarkan vaksinasi. Vaksin buatan mereka bersama Oxford bahkan mulai diekspor ke luar negeri. Rendahnya kasus baru dan vaksinasi sempat membuat Menteri Kesehatan India meyakini Maret lalu mereka sepertinya hampir berada di "ujung akhir" pandemi.

Namun, di luar dugaan, mutasi-mutasi virus Sars CoV-2 yang terus terjadi ditambah kian longgarnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan bak api dalam sekam. Diam-diam meretas, membara, dan akhirnya meletup memicu ledakan.

Menjelang akhir April, India mencatatkan rekor dunia untuk kenaikan kasus harian tertinggi dalam tiga hari terakhir. Totalnya mencapai sejutaan kasus. Kasus harian baru setidaknya konsisten selalu di atas 300 ribu sejak pekan lalu. Jumlah kasus totalnya pada Jumat (30/4/2021) ini sudah 18,4 juta kasus. Kedua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

Gelombang kedua ini juga dilaporkan membuat India sangat kewalahan. Kapasitas fasilitas kesehatan mereka tersengal-sengal. Ruang dan sumber daya kesehatan tidak mampu membendung ledakan kasus mendadak. Sejumlah laporan menggambarkan banyak rumah sakit menghadapi antrean pasien setiap harinya. Tidak sedikit pasien kehilangan nyawa saat menunggu bantuan.

Pada Kamis (29/4/2021), India mencatatkan 3.645 korban meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Fasilitas kremasi jenazah di sana pun dilaporkan beroperasi tanpa henti. Mirisnya, jumlah kematian ini diperkirakan terus meningkat. Negara itu disebut juga tengah berjuang mengatasi krisis pasokan tabung oksigen.

Baca juga : Layanan Rapid Test Bekas di Kualanamu Sejak Desember 2020

Kita tentu saja terus mendoakan agar krisis kesehatan yang melanda India bisa cepat mereda. Di satu sisi, perlu juga diambil pelajaran dalam kejadian tersebut. Bahwa pemerintah maupun masyarakat jangan lengah. Apalagi, setelah sempat menurun, kasus positif Covid-19 harian di Indonesia belakangan mulai menunjukkan peningkatan. Hal sama terjadi di sejumlah negara lain. 

Kondisi Indonesia saat ini mungkin hampir mirip dengan India pada awal 2021. Mal-mal sudah mulai dibuka, pasar dan toko beroperasi hampir penuh lagi, sekolah tatap muka dicanangkan, dan vaksinasi sudah digencarkan. Namun, jangan lupa Covid-19 masih ada. Mutasinya masih terus bergerilya. Potensi penularan jelas-jelas masih ada. Vaksinasi, sebagai bagian dari ikhtiar melawan pandemi, pun disebut belum menjamin 100 persen penularan tidak terjadi.  

Memang, pandemi yang terjadi setahun ini dapat membuat sebagian besar orang bosan. Bosan menerapkan protokol kesehatan. Namun, jangan sampai terlalu cuek dan terlena. Pemerintah masih harus terus mengawasi kebijakan melindungi rakyat dari Covid-19. Kita pun masih butuh terus saling mengingatkan. Ingat, kita tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Karena itu, tetaplah hindari kerumunan, disiplin memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak. Hindari bepergian jauh bila tidak mendesak dan diperlukan.

Tragedi kasus Covid-19 yang sedang kembali melanda India merupakan pengingat bagi kita. Pandemi belumlah berakhir. Penularan masih terjadi. Kewaspadaan harus terus dijaga. Cegah ledakan kasus kembali terjadi di Indonesia. Jangan sampai perjuangan dan hasil baik yang kita capai setahun ini malah menjadi sia-sia.

Baca juga : India Kembali Catat Rekor, 379.257 Kasus Covid-19 Sehari

 
Berita Terpopuler