Pasar di Mesir Masih Ramai Meski ada Pembatasan

Pemilik toko sering kesulitan membujuk orang agar mengantre dengan tertib.

AP Photo/Nasser Nasser
Dua warga melintasi toko yang dipenuhi lentera tradisional di Cairo, Mesir (ilustrasi)
Rep: Ratna Ajeng Tejomukti Red: Andi Nur Aminah

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Di ibu kota Mesir, para pembeli mengemas belanjaan dari toko manisan dan bahan makanan untuk disimpan selama puasa bulan suci Ramadhan. Lebih dari sebulan sejak Mesir memberlakukan langkah-langkah tegas untuk melawan virus, kebiasaan sosial dan tekanan ekonomi membatasi orang keluar rumah bahkan ketika kasus yang baru dilaporkan dari virus corona terus meningkat.

Baca Juga

Pemerintah berkampanye di surat kabar dan di papan iklan untuk menjaga jarak sosial. Pemerintah juga memerintahkan untuk menutup kafe dan layanan makan di restoran dan memberlakukan jam malam.

Tetapi jam malam telah menyebabkan banyak orang terburu-buru berbelanja di siang hari untuk persediaan buka puasa pada pukul 18.30 waktu setempat. Pemilik toko sering kesulitan membujuk orang agar mengantre dengan tertib.

“Pelanggan tidak takut dengan virus corona. Itu sangat ramai (di toko) pada awal Ramadhan, jadi kami selalu meminta orang untuk berdiri lebih jauh, ”kata Osama Ali Ahmed, 60 tahun, pemilik toko manisan di dekat masjid bersejarah al-Sayeda Zainab di Kairo pusat.

Pelanggan, beberapa memakai masker, berdesak-desakan, seperti yang mereka lakukan di toko kelontong terdekat. "Orang-orang berhati-hati, tetapi ini tidak menghentikan kami untuk keluar membeli barang-barang yang kami dapatkan setiap tahun," kata Ashraf Ali, 52, pengemudi di sebuah perusahaan telekomunikasi ketika ia membeli acar.

 
Berita Terpopuler