Virus Corona, Walkot Tansel Imbau Warganya tak Panic Buying

Wali Kota Tangsel meminta warganya tak khawatir berlebihan terkait virus corona.

Republika TV/Havid Al Vizki
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany
Rep: Abdurrahman Rabbani Red: Bayu Hermawan

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengimbau masyarakat tidak khawatir berlebihan terhadap virus corona (COVID-19), dengan melakukan aksi panic buying. Airin memastikan stok bahan pokok dan sejumlah barang kebutuhan lainnya di Tangsel masih sangat mencukupi.

Baca Juga

Airin menghimbau kepada jajarannya untuk tidak juga panik. Karena peran pemerintah sangat penting dalam memberikan contoh, sehingga masyarakat tetap tenang dengan adanya virus Corona.

"Pemerintah juga tidak boleh panik. Kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat pun tenang tanpa harus timbul kepanikan yang berlebih termasuk panic buying," kata Airin.

Lebih lanjut, pihaknya juga tidak akan tinggal diam membiarkan virus ini masuk dan mewabah ke Kota Tangsel. Dengan berbagai upaya, pihaknya akan melakukan upaya pencegahan.

Adanya empat orang yang positif terjangkit virus corona, menyebabkan kekhawatiran di sejumlah daerah, termasuk di wilayah Tangerang Selatan. Hal itu memicu terjadinya panic buying hingga masyarakat memborong bahan sembako secara berlebihan. Kepanikan terlihat dari masyarakat di sejumlah pusat perbelanjaan, pasar dan pusat keramaian, Sabtu (7/3).

Sebagian masyarakat memborong bahan makanan seperti mie dan beras hingga jumlahnya terbilang sangat banyak. Tak lupa mereka juga membeli puluhan kotak berisikan masker, kemudian tisu basah dan puluhan hand sanitizer yang dinilai bisa mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Sebab bahan pokok dan sejumlah bahan lainnya di Tangsel masih sangat tercukupi.

 

 

 
Berita Terpopuler