Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Para Sineas Dunia Tuntut Pembebasan Sutradara Belarusia

Kamis 15 Apr 2021 12:49 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Sutradara Belarusia Tatsiana Hatsura-Yavorska dipenjara atas tuduhan anti pemerintah.

Sutradara Belarusia Tatsiana Hatsura-Yavorska dipenjara atas tuduhan anti pemerintah.

Foto: www.freepik.com
Sutradara Belarusia Tatsiana Hatsura-Yavorska dipenjara atas tuduhan anti pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival film Sundance, Berlin dan Cannes, bersama sejumlah sineas dan kelompok hak asasi manusia, menuntut Pemerintah Belarus membebaskan Tatsiana Hatsura-Yavorska. Sutradara sekaligus Direktur Belarusian Watch Docs Festival itu, telah dipenjara sejak 5 April karena dituduh antipemerintah.

Dalam surat terbuka yang ditandatangani kelompok HAM, jaringan festival film dan para sineas, mereka mengecam penangkapan tersebut dan meminta pihak berwenang Belarusia membebaskan Hatsura-Yavorska dan tahanan politik lainnya. 

"Kami mendesak pihak berwenang Belarusia segera dan tanpa syarat membebaskan kolega kami Tatsiana Hatsura-Yavorska dan pembela hak asasi manusia lainnya, dan mengakhiri tindakan pelecehan yudisial terhadap mereka," demikian pernyataan bersama mereka seperti dilansir dari Hollywood Reporter pada Kamis (15/4).

Baca Juga

Hatsura-Yavorskaya ditangkap pada 5 April, dengan tuduhan kejahatan setelah menyelenggarakan pameran foto berjudul "The Machine Is Breathing, I Am Not". Ia dituduh membantu mengumpulkan dana untuk protes terhadap pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko. 

Sidang pengadilannya ditetapkan pada 15 April. Jika terbukti bersalah, dia bisa menghadapi beberapa tahun penjara. Belarusia diguncang demonstrasi yang meluas melawan rezim, yang telah memerintah negara itu selama beberapa dekade. Protes meningkat secara nasional setelah Lukashenko mengeklaim kemenangan telak dalam pemilihan presiden Agustus lalu, yang diyakini sebagai hasil dari kecurangan.

Uni Eropa menolak keabsahan pemilu dan menyerukan pemungutan suara baru. Uni Eropa juga mengutuk penganiayaan kekerasan terhadap demonstran damai oleh otoritas Belarusia. Menurut kelompok demonstran, sejak musim panas lalu lebih dari 600 orang didakwa karena berpartisipasi dalam demonstrasi antipemerintah dan sekitar 400 orang telah dihukum.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA