Jumat 24 Nov 2023 19:44 WIB

BRI Liga 1 2023/2024 Jadikan Stadion Sebagai Media Pemersatu

Selain pertandingan, stadion juga turut menghidupkan perputaran ekonomi.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus.
Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stadion merupakan faktor penting bagi terselenggaranya pertandingan sepak bola, khususnya di BRI Liga 1 2023/2024. Selain itu, stadion juga menjadi tempat berkumpulnya para suporter yang hendak memberikan dukungan secara langsung kepada tim kesayangannya.

Selain pertandingan, stadion juga turut menghidupkan perputaran ekonomi. Sebagai tempat berkumpul, stadion bukan hanya dipenuhi supporter, tapi juga pelaku UMKM seperti penjual merchandise hingga penjual makanan. Sebagai kasta tertinggi sepak bola Indonesia, kualitas stadion di BRI Liga 1 tentu menjadi perhatian.

Baca Juga

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator BRI Liga 1 2023/2024 sudah memverifikasi stadion yang digunakan oleh 18 klub. Setidaknya ada empat aspek yang menjadi perhatian PT LIB dan PSSI dalam melakukan verifikasi stadion. Keempat aspek tersebut adalah kelayakan infrastruktur, keamanan dan keselamatan, lalu fasilitas bidang pertandingan, serta kebutuhan host broadcaster.

"Proses standardisasi ini memang perlu kami lakukan agar seluruh stadion yang akan dipakai oleh klub-klub Liga 1 memiliki standar yang sama sesuai aspek-aspek yang berlaku saat ini," kata Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Jumat (24/11/2023).

Keempat aspek itu menjadi sangat penting bagi PT LIB karena akan ada penerapan VAR (Video Assistant Referee) yang direncanakan pada putaran kedua nanti. Selain itu, selama proses verifikasi lalu PT LIB dan PSSI didampingi kepolisian untuk pengecekan re-risk assessment dari Polri.

Risk assessment dari Polri menekankan stadion dalam tiga kategori yakni, layak menggelar pertandingan dengan penonton, layak menggelar pertandingan tanpa penonton, dan tidak layak menggelar pertandingan. Parameter yang digunakan Polri untuk risk assessment beberapa di antaranya adalah kelengkapan infrastruktur, mitigasi bencana, jalur evakuasi, dan standar prosedur pelaksanaan pertandingan.

Hal ini tak lain untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pendukung selama menonton pertandingan BRI Liga 1 2023/2024. Standar keamanan ini menjadi syarat utama agar para pendukung bisa menikmati pertandingan dengan nyaman terlebih ada beberapa stadion bersejarah di BRI Liga 1 2023/2024.

Sebut saja Stadion Utama Gelora Bung Karno yang merupakan kandang Persija Jakarta. Lalu Stadion Jatidiri kandang PSIS Semarang, ataupun Manahan yang merupakan kandang Persis Solo. Dengan adanya stadion bersejarah itu, tentu saja kenyamanan dan keamanan turut menjaga stadion tersebut dari kerusakan.

Para pendukung pun dengan nyaman dan aman bisa menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka di stadion. Selain itu, beberapa stadion klub BRI Liga 1 juga digunakan untuk pertandingan Piala Dunia U-17 2023, seperti Stadion Si Jalak Harupat (Persib Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Persebaya Surabaya), dan Stadion Manahan (Persis Solo).

Hal ini tentu saja sejalan dengan komitmen BRI sebagai sponsor utama kompetisi untuk menciptakan kompetisi sepak bola yang terbaik dan menjadi pemersatu bangsa Indonesia dengan hastag #BolaPemerstuBangsa #BRIPalingBola. Direktur Utama BRI, Sunarso mengakui animo masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

"Sejak terlepas dari pandemi, suporter secara bertahap sudah dapat menikmati pertandingan sepak bola dari stadion. Aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pun sudah kembali pulih. Sebab itu, stadion bisa menjadi tempat mempersatukan bangsa," ujar Sunarso menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement