Rabu 08 Nov 2023 14:13 WIB

Daftar Tokoh NU yang Jadi Pahlawan Nasional (2)

Sejumlah tokoh NU diangkat menjadi pahlawan nasional.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
(ilustrasi) logo nahdlatul ulama
Foto: tangkapan layar wikipedia
(ilustrasi) logo nahdlatul ulama

REPUBLIKA.CO.ID,

6. KH Masykur

Baca Juga

Kiai Masykur dikenal sebagai kiai pejuang yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam jaringan paramiliter santri. Ia mengomando Laskar Sabilillah, yang merupakan titik jaringan pejuang pesantren dari level kiai dan pengasuh pesantren.

Di masa kemerdekaan, Kiai Masykur juga berkoordinasi dengan pimpinan Laskar Hibzullah, Kiai Zainul Arifin (1909-1963) untuk berjuang merebut kemerdekaan. Ketika meletus perlawanan rakyat Surabaya pada 10 November 1945, Laskar Sabilillah dan Hizbullah berperan besar dalam pertempuran.

Komandan Laskar Sabilillah ini lahir di Desa Pagetan, Singosari, Malang, Jawa Timur pada tahun 1900 M/1315 Hijriyah. Namun, ada juga yang menyebut lahir pada 30 Desember 1902 dan juga pada 1904.

Kiai Masykur wafat pada pada 19 Desember 1992 dan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Pondok Bungkuk, Singosari. Selama hidupnya, Kiai Masykur telah berjuang secara militer, politik, dan dakwah.

Kiai Masykur juga tercatat sebagai pendiri Pembela Tanah Air (Peta) yang kemudian menjadi unsur laskar rakyat dan TNI di seluruh Jawa yang membuatnya digelari pahlawan nasional pada 8 November 2019 lalu.

7. KH Zainul Arifin  

KH Zainul Arifin adalah ulama pejuang NU yang lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara pada 2 September 1909. Kiai Zainal Arifin tidak hanya dikenal sebagai panglima Hizbullah, tapi juga sebagai ulama, politisi, dan pejuang 1945.

Laskar Hizbullah sendiri berada di bawah komando spiritual KH Hasyim Asy'ari, tapi secara militer dipimpin oleh KH Zainul Arifin. Setelah proklamasi, Laskar Hizbullah lebih banyak berhadapan dengan tentara sekutu. 

Atas jasa-jasa perjuangannya, Kiai Zainul Arifin diberikan gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia. Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 4 Maret 1963.

8. KH Abdul Wahid Hasyim

Pahlawan yang satu ini merupakan putra dari KH Hasyim Asy'ari. Ia juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ayah presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 1 Juni 1914 dan wafat pada 19 April 1953. 

Di antara gagasan visionernya adalah pembentukan Barisan Hizbullah dan Sabilillah, sebagai cikal bakal wadah perjuangan fisik umat Islam, khususnya kaum santri. Ia juga tercatat sebagai salah seorang anggota Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Selama hidupnya, Mbah Wahid Hasyim telah berkontribusi banyak pada negeri ini, sehingga pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai pahlawan nasional pada 17 November 1960. 

9. KH Idham Chalid

KH Idham Chalid juga merupakan ulama besar dari NU yang telah berjuang untuk bangsa ini. Pak Idham, panggilan akrabnya, lahir di Setui, dekat wilayah Kotabaru, bagian tenggara Kalimantan Selatan, pada 27 Agustus 1922. Mantan Ketum PBNU ini wafat pada 1 Juli 2010 di Jakarta.

Kiai Idham merasakan betul penderitaan dalam proses perjuangan melawan penjajah pada era kemerdekaan. Ulama politisi NU ini pernah mengalami pedihnya siksa saat ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan ke dalam penjara.

Karena itu, pemerintah Indonesia pun menetapkan Kiai Idham sebagai pahlawan nasional pada 8 November 2011. Perjuangan Pak Idham pantas untuk diteladani bagi generasi muda sekarang, baik pada masa penjajahan maupun saat terjun ke dunia politik.

Ini hanya beberapa di antara banyak tokoh dari NU yang diakui sebagai Pahlawan Nasional karena peran mereka dalam perjuangan kemerdekaan dan pengembangan Islam di Indonesia. Selain 9 ulama NU di atas, ada juga pahlawan nasional dari NU lainnya, seperti H Andi Mappanyukki, H Andi Djemma, dan Usmar Ismail.

Baru-baru ini juga beredar kabar sosok ulama NU asal Majalengka yang akan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun ini, yaitu KH Abdul Chalim Leuwimunding. Kemungkinan penobatan resminya akan dilaksanakan pada 10 November 2023 mendatang, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara oleh Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement