Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Lapang Merdeka Sukabumi Kembali Dijadikan Lokasi Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-77

Kamis 18 Aug 2022 00:54 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Suasana upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Sukabumi di Lapang  Merdeka Kota Sukabumi, Rabu (17/8/2022).

Suasana upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Sukabumi di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Rabu (17/8/2022).

Foto: istimewa
Perayaan ini adalah yang pertama kali di lapangan Merdeka setelah terhenti pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tingkat Kota Sukabumi kembali bisa digelar di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Rabu (17/8/2022). Momen ini bersejarah karena menjadi yang pertama kali melaksanakan upacara di Lapang Merdeka setelah dua tahun pandemi.

Dalam upacara tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menjadi Inspektur upacara dan hadir pula Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami serta unsur Forkopimda. Selanjutnya bertindak sebagai pembaca teks pancasila Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Dedy Arianto, pembaca naskah pembukaan UUD 45 Kajari Kota Taufan Zakaria dan pembacaan naskah proklamasi Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman.

Baca Juga

'' Hari ini tepat 77 tahun yang lalu Indonesia menyatakan diri sebagai sebuah negara merdeka,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dalam amanatnya. Merdeka dari segala penjajahan fisik dan mental kolonialisme yang telah beratus tahun diderita bangsa ini.

Perjuangan meraih kemerdekaan kata Fahmi sangat berat dan harus bertaruh jiwa dan raga bahkan tidak sedikit pahlawan yang gugur ketika berusaha memperjuangkan kemerdekaan. Para pahlawan yang telah berjuang dengan penuh semangat nasionalisme telah rela berkorban nyawa demi tegaknya bumi pertiwi ini kala itu.

Momentum peringatan kemerdekaan ini lanjut Fahmi, tentunya menjadi refleksi untuk semua. Apakah setelah proklamasi kemerdekaan di 77 tahun lalu sudah sepenuhnya merdeka.

Secara fisik ungkap Fahmi memang sudah merdeka dan diakui sebagai sebuah negara yang berdaulat. Namun ada hal lain yang wajib dipahami terkait penjajahan di era digital sekarang yaitu jenis penjajahan mengarah pada kesehatan mental.

Hal itu karena globalisasi membuat segala hal cepat berubah tanpa disangka-sangka. Hal ini mengancam kedaulatan negara. Terancamnya kedaulatan negara saat ini bukan dengan perang senjata, tetapi perang ide gagasan dan produk dari isi kepala masing masing manusia, berita hoak, hujatan dan kebencian merajalela di media sosial. Sehingga berpotensi merusak tatanan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pertemanan yang tadinya damai ungkap Fahmi kini menjadi hancur hanya karena sebuah perbedaan, kebencian mendalam seolah menjadi senjata andalan dalam rangka merusaka negara ini dari dalam. Dulu presiden Soekarno berpesan '' Perjuangan kami lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuangan kalian lebih sulit karena akan melawan bangsa sendiri'' dan betul hal itu kini terbukti benar adanya.

Kini lanjut Fahmi, bibit perpecahan terlihat dari berbagai sudut kehidupan terlebih media sosial yang tidak terkendali. Akan tetapi perlu diingat bahwa sebagai bangsa Indonesia selama ini telah terbukti dan mampu mengatasi berbagai permasalahan.

'' Kita harus membuktikan perbedaan tidak akan menghancurkan bangsa kita justru akan menguatkan untuk selalu maju bersama-sama,'' kata Fahmi. Maru lupakan dan kubur sedalam dalamnya kebencian yang masih tersisa dari diri dan saatnya kembali merajut asa membangun negeri dengan karya terbaik dari setiap anak bangsa.

Dengan karya terbak negara ini akan tegak berdiri dan disegani di dunia. '' Pada peringatan HUT Indonesia ke 77 ini mari curahkan hati dan pikiran dengan niat untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,'' kata wali kota.

Perjuangan menggapai kemerdekaan telah tercatat dalam sejarah, dan tidak boleh berhenti bergerak dan melangkah. Khususnya pada tahun ini memperingati HUT RI ke 77 tahun 2022 dengan semangat pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.

Semangat tersebut sedang dibuktikan bersama melalui presidensi G20 Tahun 2022. Dengan peran besar bangsa dalam menggalang kolaborasi global untuk bergotongroyong memulihkan dan membangkitkan perekonomian dunia.'' Mari isi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing menuju kepada cita-cita kemerdekaan yang pada hakikatnya merupakan juga cita-cita luhur para pahlawan yang gugur mendahului,'' kata Fahmi. Yakni terbentuknya kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.

Marilah ungkap Fahmi, teruskan semangat para pahlawan itu dengan semangat pembangunan. Sebab itulah yang menjadi roda penggerak dalam mengisi kemerdekaan

Selama kurang lebih empat tahun menerima amanah sebagai wali kota dan wakil wali kota kata Fahmi, ia senantiasa berupaya melakukan perubahan-perubahan dan berinovasi dalam membangun kota tercinta.

Untuk itu tutur Fahmi, pemda mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak dalam mewudjukan Kota Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera. Ke depan banyak hal yang diperbuat untuk mewujdukan kota yang lebih baik lagi.

Dengan kolaborasi, sinergi, dan persatuan sediki demi sedikit permasalahan kota dapat diselesaimka. Misalnya kesemrawutan kota di beberapa kawasan dapat dibenahi dan ditata kembali. '' Sehingga menjadikan kota nyaman untuk ditinggali sesuai dengan namanya Sukabumi atau suka bumen yakni kota yang nyaman tentunya akan membuat warganya menjadi bahagia,'' kata Wali Kota. Mengisi kemerdekaan selain dengan pembangunan juga dengan merawat dan menjaga hasil pembangunan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA