Jumat 12 Aug 2022 00:40 WIB

Militan Serang Pos Tentara India di Kashmir, Korban Jiwa dari Kedua Pihak

Kerap terjadi konflik di perbatasan Kashmir yang diakuisisi India

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nashih Nashrullah
Konvoi tentara India bergerak di jalan raya Srinagar-Ladakh di Gagangeer, timur laut Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, 1 September 2020. Milisi menyerang pos tentara India di wilayah Kashmir, Kamis (11/8/2022).
Foto: AP Photo/Mukhtar Khan
Konvoi tentara India bergerak di jalan raya Srinagar-Ladakh di Gagangeer, timur laut Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, 1 September 2020. Milisi menyerang pos tentara India di wilayah Kashmir, Kamis (11/8/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, KASHMIR— Tiga tentara tewas setelah militan menyerang sebuah pos tentara India di wilayah Kashmir yang disengketakan, pada Kamis (11/8/2022). 

Sementara dua penyerang tewas dalam baku tembak yang terjadi di tengah peningkatan keamanan menjelang perayaan hari kemerdekaan India. 

Baca Juga

Serangan di daerah Rajouri, mayoritas Muslim di India terjadi pada dini hari. Daerah di sekitar pos ditutup setelah pasukan keamanan melakukan pencarian. 

"Tiga tentara tewas dan dua terluka dalam serangan itu. Namun, tentara membalas dan membunuh dua militan," kata pejabat militer yang meminta tidak disebutkan namanya. 

Serangan muncul beberapa hari setelah peringatan ketiga pencabutan otonomi konstitusional Kashmir oleh pemerintah India, dan ulang tahun ke-75 kemerdekaan India dari pemerintahan kolonial Inggris.

Warga Kashmir menilai hilangnya otonomi khusus merupakan langkah lain dalam erosi hak-hak Muslim oleh pemerintah nasionalis Hindu India. 

Tapi, pemerintah menolaknya dan mengatakan akan mempromosikan pembangunan kawasan dengan mendekatkannya ke seluruh negeri. Wilayah Himalaya telah disengketakan India dan negara tetangga Pakistan sejak berakhirnya pemerintahan kolonial pada 1947. 

Kedua negara mengeklaimnya secara penuh tetapi menguasainya sebagian. India menguasai Lembah Kashmir yang berpenduduk padat dan wilayah yang didominasi Hindu di sekitar Kota Jammu, sementara Pakistan mengendalikan irisan wilayah di barat. 

Sekutunya China memegang daerah dataran tinggi yang berpenduduk sedikit di wilayah Ladakh utara yang sebagian besar beragama Buddha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement