Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Kongres Halal Internasional akan Hasilkan Resolusi Halal Dunia  

Senin 13 Jun 2022 13:13 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Gedung Majelis Ulama Indonesia

Gedung Majelis Ulama Indonesia

Foto: Tahta/Republika
Resolusi halal dunia bisa menjadi pengikat moral serta menguatkan komitmen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kongres Halal Internasional (KHI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2022 akan merumuskan dan menetapkan resolusi halal dunia. Kongres ini digelar oleh MUI pusat bekerjasama dengan MUI Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/ Kota di Bangka Belitung.

Sekretaris Panitia Pengarah KHI 2022, KH Rofiqul Umam Ahmad, mengatakan, resolusi halal dunia bisa menjadi pengikat moral serta menguatkan komitmen seluruh kepentingan. Baik Industri halal, produsen halal, maupun pariwisata halal di Tanah Air dan dunia akan terikat dengan komitmen tersebut.

Baca Juga

"Resolusi ini akan menjadi panduan dan inspirasi bagi semua pihak yang ingin mengembangkan halal dalam berbagai aspek. Saat ini panitia pengarah sedang membahas dan mematangkan draft resolusi halal dunia," kata Kiai Rofiqul, dilansir dari laman resmi MUI, Senin (13/6/2022).

Ia menyampaikan, pembahasan dan penetapan resolusi halal dunia ini akan melibatkan 30 peserta yang mewakili berbagai unsur dari dalam negeri dan luar negeri. Peserta yang hadir dalam KHI 2022 berasal dari MUI, lembaga pegiat halal, lembaga pemeriksa halal, dan kementerian/lembaga pemerintah terkait dengan halal serta pariwisata halal.

"Selain itu, ada juga lembaga atau asosiasi masyarakat di bidang halal dan pariwisata halal yang hadir," ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal ini.

Kiai Rofiqul menyampaikan, kehadiran peserta KHI 2022 dari luar negeri dipandang sangat penting. Industri halal dan pariwisata halal luar negeri sangat erat kaitannya dengan perkembangan umat Islam dan bangsa lain di dunia. Karena industri halal maupun pariwisata halal juga menjadi perhatian masyarakat dunia yang bukan beragama Islam.

"Dari 40 negara yang sudah kami undang, ada peserta dari 30 negara yang akan hadir baik secara online maupun offline. Mereka akan berdiskusi dengan teman-teman dari Indonesia tentang bagaimana mengembangkan industri halal dan pariwisata halal," jelas Kiai Rofiqul.

Sebagaimana diketahui, Kongres Halal Internasional di Bangka Belitung akan berlangsung pada 14-18 Juni 2022. Ada dua hal penting yang akan menjadi topik utama dalam Kongres Halal Internasional tersebut, yaitu industri halal dan pariwisata syariah.  

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA