Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

UAS Sarankan Bank Nagari Studi Banding ke Aceh, NTB atau Malaysia

Senin 28 Mar 2022 18:43 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

 UAS Sarankan Bank Nagari Studi Banding ke Aceh, NTB atau Malaysia. Foto:  Kantor pusat Bank Nagari di Kota Padang, Senin (2/11).

UAS Sarankan Bank Nagari Studi Banding ke Aceh, NTB atau Malaysia. Foto: Kantor pusat Bank Nagari di Kota Padang, Senin (2/11).

Foto: Republika/Febrian Fachri
Studi banding menurut UAS perlu dilakukan Bank Nagari.

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG-- Ustadz Abdul Somad mendukung agar Bank Nagari segera menuntaskan konversi menjadi Bank Syariah. Menurut UAS, ada baiknya Bank Nagari belajar dari Bank NTB Syariah, Bank Aceh Syariah atau ke bank yang ada di Malaysia. Bank NTB dan Bank Aceh merupakan bank BPD yang sudah beralih ke sistem syariah.

Begitu juga di negeri jiran Malaysia yang rata-rata banknya sudah syariah.

Baca Juga

"Tidak ada salahnya juga melakukan studi banding ke Aceh dan NTB bahkan negara tetangga Malaysia yang telah lebih duluan melakukan konversi bank konvensional ke bank syariah. Bahkan nasabahnya banyak dari kalangan non muslim," kata UAS, di Padang, Senin (28/3).

UAS mengutarakan hal ini saat berdialog dengan  Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi dan Dewan Pakar Syariah Bank Riau Kepri Ustad Zulhendri Rais dan juga beberapa petinggi Bank Nagari dan Pemprov Sumbar.

Menurut UAS, konversi menjadi syariah akan memberikan banyak keuntungan. Karena Sumbar yang merupakan mayoritas penganut agama Islam tidak akan kaget bila perbankan daerahnya dikelola dengan sistem syariah.

Selain itu, Sumbar lanjut UAS juga dapat mendukung pengembangan pangsa pasar halal tourism serta halal food dengan dukungan modal dari bank syariah. Sehingga upaya pengembangan ekonomi dan SDM di Sumbar tidak lagi dengan cara-cara berbau riba.

Dewan Pakar Syariah Bank Riau Kepri, Ustadz Zulhendri Rais, mengatakan pihaknya juga belajar banyak dari Bank NTB syariah. Sehingga kini bank BPD Riau Kepri sudah dikelola dengan sistem syariah.

"Belajar dari NTB, harus ada perkembangan baru setiap bulan, harus bentuk tim. Dan, jangan terfokus pada satu produk saja seperti murabahah. Banyak produk bank syariah selain murabahah yang lebih memudahkan dan menguntungkan konsumen," kata Zulhendri.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah persiapan konversi setahap demi setahap. Bahkan sejumlah pondasi penguatan sebagai pendukung utama telah berjalan seperti telah adanya keputusan pemegang saham.

"Komisaris dan pemegang saham telah melakukan langkah-langkah percepatan konversi. Mudah-mudahan dengan diskusi dan silaturahim ini akan ada percepatan. Kami mohon dukungan, semoga bisa tercapai apa yang kita cita-citakan bersama," ucap Gubernur Mahyeldi.

 

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA