Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

BPBD: 20 Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Pontianak

Senin 17 Jan 2022 00:16 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Warga memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat angin puting beliung  (ilustrasi)

Warga memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat angin puting beliung (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Fransisco Carolio
BPBD terus mendata terkait musibah angin puting beliung yang merusak rumah warga.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Haryadi S Triwibowo mengatakan ada 20 rumah di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur mengalami rusak akibat diterjang angin puting beliung, Ahad (16/1/2022) sore. "Data sementara ada sekitar 20 rumah yang mengalami kerusakan pada bagian atapnya akibat diterjang angin puting beliung sekitar pukul 18.44 WIB," kata Haryadi saat dihubungi.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pendataan terkait musibah angin puting beliung tersebut. "Kerusakan rumah warga di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur rata-rata pada bagian atapnya, mulai dari rusak ringan hingga berat," ungkapnya. Dia menjelaskan, tim dari BPBD Kota Pontianak dan instansi terkait lainnya sedang melakukan pendataan terkait dampak angin puting beliung di kawasan Kecamatan Pontianak Timur atau pesisir Sungai Kapuas tersebut.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Haryadi mengimbau kepada warga Kota Pontianak untuk tetap waspada. Karena dalam beberapa hari terakhir Kota Pontianak dan sekitarnya sering dilanda cuaca ekstrem.

"Sebaiknya warga menghindari berteduh di bawah pohon besar apabila terjadi cuaca buruk, yakni hujan yang disertai angin kencang dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Dalam beberapa kali kesempatan, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono,menyarankan kepada warga Kota Pontianak agar memperkuat konstruksi atapnya, kuda-kuda kayunya minimal menggunakan kayu kelas dua. Sehingga ketika terjadi bencana angin puting beliung, atap tidak mudah tersapu angin karena konstruksinya kokoh.

Selain itu, warga juga diimbau agar menanam pohon sebagai upaya menahan angin apabila terjadi angin puting beliung. Minimal pohon tersebut bisa memecah atau menahan apabila terjadi angin kencang, sehingga angin kencang tidak langsung menghantam rumah warga, katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA