Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Doa Spesial Dijauhkan dari Kemiskinan yang Diajarkan Rasulullah untuk Fatimah

Rabu 12 Jan 2022 18:55 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Berdoa (ilustras). Rasulullah SAW mengajarkan doa dijauhkan dari kemiskinan

Berdoa (ilustras). Rasulullah SAW mengajarkan doa dijauhkan dari kemiskinan

Foto: ANTARA/Basri Marzuki
Rasulullah SAW mengajarkan doa dijauhkan dari kemiskinan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Adalah hal yang manusiawi ketika seorang Muslim ingin memiliki banyak uang atau harta. 

Namun, perlu dicatat, yang terpenting untuk dilakukan bagi setiap Muslim agar Allah ﷻ memperluas rezekinya, maka mohonlah perlindungan dan dekatkan diri kepada Allah ﷻ melalui doa.    

Baca Juga

Banyak orang yang menginginkan keberlimpahan harta kekayaan sehingga mereka sampai bekerja keras siang malam untuk mendapatkan uang. Namun sebetulnya dalam Islam apakah ada doa khusus untuk mendatangkan kekayaan? 

Dalam Islam pun terdapat doa yang membawa kekayaan. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad  ﷺ kepada putrinya, Fatimah. Dalam riwayat Abu Hurairah, dia berkata bahwa suatu kali Fatimah datang kepada Rasulullah ﷺ, untuk meminta seorang pembantu. Setelah itu, Rasulullah ﷺ mengucapkan doa berikut ini: 

اللهم رب السماوات السبع ورب العرش العظيم ربنا ورب كل شيء أنت الظاهر فليس فوقك شيء، وأنت الباطن فليس دونك شيء منزل التوراة والإنجيل والفرقان فالق الحب والنوى، أعوذ بك من شر كل شيء أنت آخذ بناصيته أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخر فليس بعدك شيء. اقض عنا الدين واغننا من الفقر.

"Allaahumma robbas-samaawaatis-sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa, wa munzilat-taurooti wal injiili wal furqoon, a’uudzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzun binaashiyatih. Allaahumma antal awwalu falaisa qoblaka syai-un, wa antal aakhiru falaisa ba’daka syai-un, wa antazh-zhoohiru falaisa fauqoka syai-un, wa antal baathinu falaisa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-daina wa aghninaa minal faqr."

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang menguasai langit yang tujuh, Tuhan yang menguasai arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Tuhan yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Tuhan yang menurunkan kitab Taurat, Injil, dan Furqan (Alquran).

Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkau-lah yang pertama, sebelumMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang dzahir, tidak ada sesuatu di atasMu, Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang menghalangi-Mu, lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan hingga terlepas dari kefakiran."

Dalam riwayat lain, Rasulullah  ﷺ juga biasa berdoa dengan ucapan doa berikut ini agar terhindar dari sifat malas: 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

"Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal."

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia."

 

Sumber: elbalad

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA