Pertama di Jabar, Kota Cirebon Bentuk Tim Keamanan Siber

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Mas Alamil Huda

Keamanan Siber. Ilustrasi
Keamanan Siber. Ilustrasi | Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Kota Cirebon menjadi daerah pertama di Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang menerapkan Cirebon Security Incident Response Team (CSIRT). Keamanan informasi siber menjadi unsur utama dan pondasi dalam menjaga keamanan dan keterhubungan seluruh sistem digital.

CSIRT itu dibentuk dalam rangka merespons berbagai permasalahan keamanan di bidang teknologi informasi. Tim yang diberi nama Cirebonkota-CSIRT itu akan memberikan pelayanan untuk menjaga keamanan serta keberlangsungan sistem keamanan publik.  Cirebonkota-CSIRT juga bertanggung jawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber.

Baca Juga

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati, pun sangat mengapresiasi dipilihnya Kota Cirebon sebagai pilot project penerapan CSIRT. ‘’Terima kasih karena Kota Cirebon menjadi pilot project penerapan CSIRT,’’ ujar Eti, saat menghadiri peluncuran CSIRT, di lobi Gedung Setda Kota Cirebon, Rabu (3/11). 

Tingginya tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, menurut Eti, berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanannya. Dia menyatakan, bahaya insiden siber selalu mengancam.

Eti berharap, siber security harus dilakukan secara terus menerus dan dijalankan oleh satu manajemen tim yang khusus dalam menangani security incident. Dia juga meminta agar tim Cirebonkota-CSIRT dapat melakukan layanan reaktif dan proaktif, seperti peringatan dini, respons, dan recovery.

“Serta menjaga kerentanan dari sebuah sistem,’’ tutur Eti. Cirebonkota-CSIRT juga harus mengambil peran sebagai pelaksana keamanan siber untuk pembangunan kekuatan siber di Kota Cirebon.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, menjelaskan, serangan siber juga terjadi pada sistem digital milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon. Hingga 26 Oktober 2021, terdapat 3.817 serangan malware, 180.321 serangan denial of service, 1.271 serangan trojan dan 2 kali serangan web defacement. ‘’Semua telah ditangani oleh Cirebonkota-CSIRT,’’ tutur Ma’ruf.

Dibentuknya Cirebonkota-CSIRT itu membuktikan Kota Cirebon siap menghadapi serangan siber. Selain itu juga melindungi keamanan informasi pemerintahan dengan baik.

Ma’ruf menerangkan, layanan utama CSIRT merupakan layanan reaktif yang terdiri dari peringatan keamanan siber dan penanganan insiden siber. Adapula layanan tambahan meliputi penanganan kerawanan sistem elektronik dan pemulihan insiden.

‘’Dalam menjalankan perannya, Cirebonkota-CSIRT juga berkolaborasi dengan Cirebon Siaga 112,’’ terang Ma’ruf. Khususnya dalam menerima laporan insiden yang terjadi pada sistem elektronik yang terdapat pada Pemda Kota Cirebon. 

Selain itu, ada pula layanan proaktif lainnya berupa pemberitahuan hasil pengamatan terkait ancaman yang dapat muncul akibat perkembangan teknologi, politik, ekonomi dan pendeteksi serangan. Ditambah lagi, layanan peningkatan kesiapsiagaan penanganan siber yang meliputi analisis risiko dan pembangunan kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan siber.

Sementara itu, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan Daerah, Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN RI), Hasto Prastowo, menjelaskan,  perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menciptakan ketergantungan.

‘’Ancaman infrastruktur siber juga semakin gencar sehingga perlu menjadi perhatian bersama,’’ cetus Hasto. 

Saat ini, lanjut Hasto, negara hadir untuk menghadapi ancaman keamanan siber. BSSN pun telah membentuk ekosistem keamanan dengan membantu sistem riset di seluruh pemerintah kota, pemerintahan di daerah, dan sektor masyarakat.

‘’Kita berupaya untuk menyatukan langkah saat terjadi serangan siber yang masif. Kita akan menyelesaikan bersama-sama,’’ tandas Hasto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Pemkot Cirebon Terima Bantuan 40 Ekor Sapi dari Kementan

Tiga Ciri Orang yang Mudah Jadi Korban Penipuan Siber

Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Diri

Peretasan BSSN Wujud Lemahnya Keamanan Siber

OJK: Digitalisasi Picu Risiko Keamanan Siber

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan Jabar. Jalan Mangga 47, Bandung 40114, Indonesia.

Phone: +6222 87243363, +6222 87243364 , +6222 87243365

jabar@republika.co.id

Ikuti

× Image