Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

Menlu: RI dan Arab Saudi Sedang Persiapkan Teknis Umroh

Sabtu 09 Oct 2021 17:45 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Menlu Retno Marsudi sebut RI dan Arab Saudi sedang bertukar teknis persiapan umroh. Ilustrasi.

Menlu Retno Marsudi sebut RI dan Arab Saudi sedang bertukar teknis persiapan umroh. Ilustrasi.

Foto: Kementerian Luar Negeri RI
Menlu Retno Marsudi sebut RI dan Arab Saudi sedang bertukar teknis persiapan umroh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arab Saudi akan kembali membuka pintu bagi umat Muslim Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Hal itu termaktub dalam nota diplomatik yang dirilis Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (8/10).

"Kedutaan (Arab Saudi) telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Arab Saudi perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan Umrah bagi jamaah umrah Indonesia," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membacakan isi nota diplomatik yang dirilis Kedubes Arab Saudi lewat saluran Youtube Kementerian Luar Negeri, Sabtu (9/10).

Baca Juga

Retno mengungkapkan saat ini komite khusus di Saudi sedang bekerja untuk menangani hambatan-hambatan dalam dimulainya lagi perjalanan umroh dari Indonesia. Menurut Retno, otoritas Indonesia dan Saudi juga sedang dalam tahap akhir pertukaran teknis yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin serta bakal memfasilitasi proses masuknya jamaah.

"Nota diplomatik juga menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama lima hari bagi para jamaah umroh yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan," kata Retno.

Dia mengungkapkan kabar baik tersebut akan ditindak lanjuti dengan pembahasan secara lebih detail, termasuk mengenai teknis pelaksanaannya. "Kementerian Luar Negeri akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di Kerajaan Arab Saudi mengenai pelaksanaan kebijakan pemerintah Saudi yang baru ini," ujar Retno.

Retno telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan menteri agama serta menteri kesehatan. "Sebagaimana teman-teman ketahui, pertemuan saya terakhir dengan menteri luar negeri Arab Saudi terjadi di sela-sela pelaksanaan sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York," ucapnya.

Saudi memutuskan menangguhkan sementara kedatangan umat Muslim dari berbagai negara yang ingin melaksanakan umroh pada akhir Februari 2020. Penangguhan itu pun diberlakukan bagi warga Saudi pada Maret 2020.

Kemudian pada pertengahan Maret, Saudi mulai menangguhkan salat berjamaah di masjid. Semua hal itu dilakukan semata-mata untuk mengekang penyebaran Covid-19. Saudi mulai mencabut semua pembatasan sosial di negaranya pada Juni 2020.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA