Selasa 24 Aug 2021 18:01 WIB

IMF Beri Rp 9,5 Triliun ke Yaman Bantu Redakan Krisis

Bantuan akan digunakan untuk kebutuhan pangan dan medis penduduk yang mendesak.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
IMF Beri Rp 9,5 Triliun ke Yaman Bantu Redakan Krisis. Reruntuhan sisa perang di Kota Sanaa, Yaman.
Foto: EPA-EFE/Yahya Arhab
IMF Beri Rp 9,5 Triliun ke Yaman Bantu Redakan Krisis. Reruntuhan sisa perang di Kota Sanaa, Yaman.

REPUBLIKA.CO.ID,  SANA'A -- Yaman menerima sekitar Rp 9,5 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang akan membantu meringankan krisis ekonomi dan kemanusiaan yang akut di negara tersebut. Kepastian ini dijelaskan perwakilan regional IMF untuk Yaman. 

Dilansir dari Al Arabiya, Senin (23/8), dana tersebut merupakan bagian dari alokasi dana IMF untuk Hak Penarikan Khusus senilai Rp 9 kuadriliun. Dana ini terdiri dari dolar, euro, yen, sterling, dan yuan yang diterima negara bagian secara proporsional dengan kepemilikan saham kuota mereka yang ada.

Baca Juga

"Alokasi SDR akan meningkatkan cadangan devisa Yaman lebih dari 70 persen, memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi krisis. Termasuk dengan banyaknya kebutuhan pangan dan medis penduduk yang mendesak," kata perwakilan regional IMF Gazi Shbaikat dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Perang Yaman, di mana koalisi pimpinan Saudi telah memerangi Houthi yang bersekutu dengan Iran selama lebih dari enam tahun, telah menghabiskan cadangan devisa di Yaman, yang mengimpor sebagian besar barang-barangnya. Karena kondisi ini, sekitar 80 persen penduduk bergantung pada bantuan.

Untuk membelanjakan SDR mereka, negara bagian pertama-tama harus menukarnya dengan mata uang keras utama, yang mengharuskan mereka untuk menemukan negara mitra pertukaran yang bersedia.

Yaman terbagi antara pemerintah yang diakui secara internasional yang berbasis di Selatan dan milisi Houthi yang menggulingkannya dari Ibu Kota Sanaa, pada akhir 2014. Houthi sekarang menguasai sebagian besar Utara dan pusat kota utama. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement