Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Mengapa Puasa Asyura 10 Muharram Dianjurkan Rasulullah SAW? 

Ahad 08 Aug 2021 18:22 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW kerap berpuasa Asyura 10 Muharram. Ilustrasi Asyura

Rasulullah SAW kerap berpuasa Asyura 10 Muharram. Ilustrasi Asyura

Foto: Pexels
Rasulullah SAW kerap berpuasa Asyura 10 Muharram

REPUBLIKA.CO.ID, – Puasa 10 Muharram merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan sejumlah riwayat menyebut Rasulullah SAW kerap berpuasa pada hari ini. 

Umat Muslim dianjurkan untuk berpuasa pada hari Asyura yakni 10 Muharram. Banyak riwayat yang menyebut betapa pentingnya berpuasa pada hari Asyura di bulan Muharram.

Baca Juga

Salah satunya dalam hadits Muslim, dari Abu Qatadah, Rasulullah SAW berharap dengan berpuasa pada hari Asyura, Allah SWT menebus dosa-dosa selama satu tahun ke belakang.

عن أبي قتادة أن رجلاً سأل النبي _صلى الله عليه وسلم_ عن صيام يوم عاشوراء، فقال: " إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

Keutamaan berpuasa di hari Asyura pada Muharram tidak bisa dilepaskan dari kultur Yahudi umat Nabi Musa AS. Dalam riwayat Ibnu Abbas, diceritakan ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah dan menemukan orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura. 

Salah seorang Yahudi menjelaskan kepada Nabi SAW mengapa mereka berpuasa pada hari tersebut. Dalam riwayat Ibnu Abbas dijelaskan sebagai berikut: 

عن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله _صلى الله عليه وسلم_ قدم المدينة فوجد اليهود صياماً يوم عاشوراء، فقال لهم رسول الله _صلى الله عليه وسلم_: "ما هذا اليوم الذي تصومونه؟" فقالوا: هذا يوم عظيم أنجى الله فيه موسى وقومه، و أغرق فرعون وقومه، فصامه موسى شكراً، فنحن نصومه، فقال رسول الله _صلى الله عليه وسلم_: "فنحن أحق وأولى بموسى منكم" فصامه رسول الله _صلى الله عليه وسلم_ وأمر بصيامه"

Yahudi berpuasa pada 10 Muharram karena pada hari itu adalah hari di mana Nabi Musa dan pengikutnya (Bani Israil) diselamatkan oleh Tuhan dari kejaran Firaun dan pengikutnya. Sebagai bentuk terima kasih dan rasa syukurnya kepada Tuhan, para Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda, "Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (umat Yahudi)." Lantas, Nabi SAW ikut berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk juga berpuasa pada hari Asyura. 

Dari riwayat itu, tampak Nabi Muhammad SAW membiarkan para Yahudi berpuasa pada hari Asyura untuk memperingati hari di mana Nabi Musa dan Bani Israil diselamatkan dari kejaran Firaun.

عن ابن عباس _رضي الله عنهما_ قال:" ما رأيتُ النبي _صلى الله عليه وسلم_ يتحرّى صيام يوم فضله على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء، وهذا الشهر يعني شهر رمضان"

Dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Aku tidak pernah melihat Nabi SAW begitu bersemangat berpuasa di hari yang paling dia sukai dibandingkan hari lain, kecuali hari ini, Hari Asyura." (HR Bukhari) 

Tentunya, selain berpuasa pada 10 Muharram, umat Muslim juga dianjurkan berpuasa pada hari Tasu'a (9 Muharram) untuk membedakan umat Muslim dengan Yahudi. 

Sebagaimana pendapat Ibnu Taimiyah, bahwa seorang Muslim yang berpuasa pada hari Asyura disunnahkan untuk juga melakukan ibadah puasa pada hari Tasu'a.  Sebab, puasa hari Tasu'a adalah perintah terakhir Rasulullah SAW meski beliau sendiri tidak sempat melakukannya karena wafat.

Sumber: almoslim

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA