Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Latihan Napas Ini Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung

Kamis 15 Jul 2021 14:18 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Latihan pernapasan IMST bisa menurunkan risiko penyakit jantung (ilustrasi).

Latihan pernapasan IMST bisa menurunkan risiko penyakit jantung (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Manfaat IMST bagi kesehatan jantung setara dengan latihan aerobik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain menerapkan pola hidup sehat dan latihan fisik atau olahraga, latihan pernapasan juga dapat membantu menunjang kesehatan. Studi terbaru mengungkapkan bahwa sebuah metode latihan pernapasan dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kesehatan jantung.

Latihan pernapasan ini dikenal dengan nama high-resistance inspiratory muscle strength training (IMST). IMST digadang sebagai latihan kekuatan untuk otot-otot pernapasan.

Latihan ini hanya membutuhkan waktu lima menit. Bila dilakukan enam hari per pekan, IMST dapat membantu menurunkan tekanan darah dan risiko serangan jantung.

IMST pertama kali dikembangkan pada era 1980-an untuk membantu orang-orang dengan penyakit pernapasan berat. Latihan ini melibatkan menarik napas melalui perangkat genggam yang memberikan perlawanan.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti University of Colorado Boulder, manfaat IMST bagi kesehatan jantung setara dengan latihan aerobik. Peneliti menilai latihan ini dapat menjadi alternatif menjaga kesehatan kardiovaskular bagi orang-orang yang tak memiliki banyak waktu atau akses.

"IMST bisa dirampungkan dalam waktu lima menit di rumah Anda ketika Anda menonton televisi," ujar ketua peneliti Daniel Craighead PhD, seperti dilansir WebMD, Kamis (15/7).

Studi ini melibatkan 36 orang dewasa berusia 50-79 tahun dengan tekanan darah yang tinggi. Setengah dari partisipan tersebut diberikan latihan IMST resistensi tinggi selama lima menit. Latihan ini diterapkan selama enam hari per pekan.

Setengah partisipan lainnya diberikan latihan program placebo resistensi rendah. Setelah enam pekan, partisipan yang menjalani latihan IMST resistensi tinggi mengalami penurunan kadar tekanan darah sistolik dengan rata-rata 9 poin. Penurunan ini sama seperti efek dari penggunaan obat tekanan darah. Penurunan tersebut bahkan melebihi efek dari berjalan kaki 30 menit per hari, lima hari per pekan. Peneliti juga menemukan adanya perbaikan fungsi endotel pembuluh darah sebesar 45 persen. Fungsi tersebut berkaitan dengan seberapa baik arteri dapat membesar.

Di samping itu, partisipan yang menjalani latihan IMST resistensi tinggi juga memiliki lebih sedikit inflamasi dan stres oksidatif. Seperti diketahui, keduanya merupakan faktor risiko dari serangan jantung.

"Kami telah menemukan bentuk terapi baru yang menurunkan tekanan darah tanpa memberikan orang-orang senyawa farmakologis dan dengan tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dari latihan aerobik," ujar peneliti senior, Doug Seals PhD. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA