Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Polisi AS Kembali Tangkap Perusuh Demo Capitol Hill

Sabtu 15 May 2021 19:03 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Massa pendukung Trump menyerbu gedung Capitol AS danmemaksa Kongres untuk menunda sesi yang akan sahkan kemenangan Joe Biden, Rabu (6/1).

Massa pendukung Trump menyerbu gedung Capitol AS danmemaksa Kongres untuk menunda sesi yang akan sahkan kemenangan Joe Biden, Rabu (6/1).

Foto: Will Oliver/EPA
Pria Seattle itu jadi orang keenam yang ditangkap polisi terkait rusuh di Capitol

REPUBLIKA.CO.ID, SEATTLE - Seorang pria pinggiran kota Seattle telah ditangkap dan didakwa memasuki Capitol AS dengan massa pro-Trump selama pemberontakan mematikan pada 6 Januari silam.

"Joseph Elliott Zlab (51 tahun), dari Lake Forest Park, ditangkap Kamis (13/5) di Everett," kata juru bicara FBI dilansir AP News, Sabtu (15/5).

Zlab didakwa dengan satu dakwaan masuk atau tinggal tanpa izin di gedung atau lahan terbatas dan satu dakwaan masuk dengan kekerasan dan perilaku tidak tertib di halaman Capitol, demikian keterangan dalam dokumen tuntutan.

Zlab, yang menjalankan perusahaan konstruksi Everett bernama JMZ Contractors, muncul pertama kali di pengadilan federal di Seattle pada Kamis. Dia menghadapi hukuman satu setengah tahun penjara jika terbukti bersalah.

Menurut pernyataan tertulis FBI, seorang pria yang cocok dengan deskripsi Zlab terlihat dalam foto dan video yang disebarluaskan saat memasuki Capitol bersama massa yang memaksa masuk ke gedung saat Kongres menyertifikasi hasil pemilihan presiden 2020.

Sepuluh hari kemudian, FBI menerima tip anonim bahwa Zlab ada di Capitol hari itu dan memberikan nama bisnis Zlab. Seorang agen federal menemukan gambar Zlab di situs web bisnisnya dan memanggilnya.

Selama panggilan telepon, Zlab mengonfirmasi bahwa dia menghadiri pidato Trump pada 6 Januari dan berpartisipasi dalam pawai ke Capitol AS. "Zlab menyatakan dia mengitari gedung Capitol dua sampai tiga kali mengambil gambar," menurut pernyataan tertulis itu.

Ketika agen bertanya kepada Zlab apakah dia masuk ke dalam gedung Capitol, Zlab menyatakan bahwa menurutnya dia membutuhkan pengacara karena dia tidak ingin mengatakan sesuatu yang memberatkan.

Setelah agen memperoleh foto dan rekaman tambahan Zlab yang diduga memasuki dan berjalan di dalam Capitol, FBI memperoleh surat perintah penggeledahan 8 April untuk akun Gmail Zlab dan menemukan folder tertanggal 6 Januari. Di dalamnya terdapat beberapa foto interior Capitol, termasuk satu yang tampaknya menggambarkan pengunjuk rasa lain di koridor yang dipenuhi kabut.

FBI kemudian melakukan pengawasan di luar bisnis Zlab dan mengambil foto Zlab yang digunakan agen untuk mengonfirmasi bahwa dia adalah orang yang ditangkap dalam gambar 6 Januari di dalam Capitol. Zlab adalah penduduk Washington keenam yang dituntut sehubungan dengan pemberontakan.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA